iklan

Trump Siap Teken Kesepakatan Dengan China, USD/JPY Melejit

USD/JPY dan sejumlah pair lain meningkat berkat sinyal positif dari perundingan dagang AS-China. Namun, sebenarnya belum ada keputusan resmi.

iklan

iklan

Pasangan mata uang USD/JPY meroket sejak akhir sesi New York kemarin hingga perdagangan sesi Eropa hari ini (13/Desember), setelah beredarnya kisi-kisi bahwa Gedung Putih setuju memangkas separuh tarif impor yang dikenakan terhadap produk-produk asal China. Minat risiko pasar yang memuncak, membuat aset-aset safe haven ditinggalkan peminat. Sebaliknya, mata uang berisiko mengalami penguatan.

Saat berita ditulis, USD/JPY telah mencetak kenaikan harian lebih dari 0.3 persen ke level 109.66. Sementara itu, AUD/USD mendaki 0.25 persen ke kisaran 0.6926 dan NZD/USD melesat 0.3 persen ke level 0.6618. Akan tetapi, trader perlu mencatat bahwa kesepakatan dagang AS-China sesungguhnya belum diresmikan.

USDJPYGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Kemarin malam, The Wall Street Journal melaporkan bahwa para negosiator AS menawarkan untuk membatalkan tambahan kenaikan tarif yang sedianya akan diberlakukan mulai hari Minggu besok, sekaligus memotong setengah dari total tarif yang sudah diterapkan terhadap USD360 miliar produk asal China. Di sisi lain, Beijing konon bersedia membeli produk agri asal AS senilai USD50 Miliar pada tahun 2020, atau sebesar dua kali lipat dari pembelian yang dilakukan pada tahun 2017 sebelum dimulainya perang dagang.

Pelaku pasar langsung bersorak menanggapi berita tersebut. Apalagi, Presiden AS Donald Trump juga mengirim cuitan optimistis yang menyiratkan kesiapannya untuk menandatangani kesepakatan semacam itu. Namun, banyak pihak memeringatkan bahwa kesepakatan ini cuma pendahuluan saja dan lebih menyerupai pertukaran janji temporer, ketimbang upaya mengakhiri perang dagang. Selain itu, selama kesepakatan belum benar-benar ditandatangani, maka masih ada kemungkinan batal.

"Jika ditandatangani, ini merupakan fase pertama menggembirakan yang menempatkan batas terendah untuk mencegah memburuknya hubungan bilateral," kata Presiden US-China Business Council, Craig Allen, "Namun, ini hanya permulaan. Isu yang dihadapi AS dan China itu kompleks dan beragam. Semuanya tak mungkin diselesaikan dengan cepat."

Kathy Lien dari BK Asset Management dalam catatannya tadi pagi juga mewanti-wanti, "Penting untuk menyadari bahwa belum ada pengumuman resmi sama sekali; namun antara cuitan Trump dan laporan media, ada lebih banyak alasan untuk meyakini bahwa setidaknya, tarif (yang akan diberlakukan hari Minggu besok) akan ditunda. Namun, sebagaimana telah kita alami, sikap dan keputusannya (Trump) bisa berubah pada detik-detik terakhir, jadi sampai ia membuat pengumuman resmi yang harus dilaksanakan sebelum 15 Desember, (maka) tarif masih mungkin untuk diberlakukan (sesuai ancaman sebelumnya -red)."

291300

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone