Advertisement

iklan

Uni Eropa Ingin Ultimatum Inggris, Deadline Brexit Berpotensi Maju

Menjelang pengumuman kebijakan BoE, topik deadline brexit kembali jadi sorotan pelaku pasar keuangan.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling diperdagangkan dalam kisaran terbatas hari ini (19/September), menjelang pengumuman kebijakan bank sentral Inggris dalam beberapa jam ke depan. Sebuah berita terkait brexit menghalangi jalur reli Sterling. Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sideways antara 1.2460-1.2500, sementara EUR/GBP menguat 0.2 persen ke kisaran 0.8862.

brexit

Media massa melaporkan bahwa sejumlah negara anggota Uni Eropa ingin mengultimatum Inggris agar mengirimkan proposal revisi kesepakatan brexit sebelum tanggal 30 September 2019. Rencana tersebut digawangi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne dalam sebuah pertemuan di Paris kemarin.

"Kita perlu tahu apa yang diinginkan oleh Inggris," kata Rinne, "Inggris harus menghadirkan proposalnya sesegera mungkin, jika mereka ingin (proposal itu) didiskusikan."

Macron menambahkan, "Kami berdua sepakat bahwa ini waktunya bagi Boris Johnson untuk menunjukkan proposalnya secara tertulis -jika memang ada. Apabila tak ada proposal yang diterima pada akhir September, maka (peluangnya) berakhir."

Pernyataan Macron dan Rinne senada dengan teguran yang disampaikan oleh negosiator top Uni Eropa terhadap Inggris awal pekan ini. Apabila terealisasi, maka berpotensi memajukan deadline brexit dari 31 Oktober menjadi 30 September secara de facto. Akan tetapi, rencana ultimatum tersebut belum disepakati oleh negara-negara anggota Uni Eropa lain. Kanselir Jerman Angela Merkel justru menyampaikan komentar positif yang mendukung Inggris pada hari yang sama.

"Saya masih melihat kemungkinan brexit (terlaksana) secara teratur," kata Merkel. Ia menegaskan kembali bahwa Jerman siap menghadapi No-Deal Brexit, tetapi lebih menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa dengan berbekal sebuah kesepakatan tertentu.

Pelaku pasar saat ini masih menantikan pengumuman kebijakan bank sentral Inggris (BoE). Para pejabat BoE diperkirakan akan sepakat bulat untuk tidak mengubah suku bunga maupun arah kebijakan moneter. Namun, komentar BoE mengenai brexit dan kondisi ekonomi domestik bisa jadi memengaruhi pergerakan Poundsterling.

290164

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019