Advertisement

iklan

USD Selip, Fed Tingkatkan Aksi Lawan Dampak COVID-19

Kebijakan moneter makin longgar, mendorong pelemahan kurs Dolar AS. Di sisi lain, Kongres belum sepakat soal paket stimulus fiskal untuk menghadapi dampak COVID-19.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Indeks Dolar AS (DXY) melemah hingga lebih dari 1 persen ke kisaran 101.30-an dalam perdagangan hari ini (24/Maret). Pasalnya, pada sesi New York tadi malam, Federal Reserve meluncurkan beragam program baru untuk menanggulangi masalah ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi virus Corona (COVID-19). Kebijakan moneter yang semakin longgar, tak pelak mendorong pelemahan kurs Dolar.

DXY Daily

Untuk pertama kalinya, Federal Reserve akan melakukan pembelian obligasi korporat dan mendukung pinjaman langsung ke perusahaan-perusahaan AS. Padahal dalam program Quantitative Easing terdahulu, The Fed hanya merencanakan pembelian obligasi pemerintah. Selain itu, The Fed juga menyatakan akan segera menerbitkan program untuk mempermudah pinjaman bagi UKM.

Semua program itu melahirkan sebuah situasi di mana The Fed ikut menangani utang pendidikan, utang kartu kredit, dan utang UKM. Dengan berbagai kebijakan tersebut, The Fed tidak hanya mengintervensi pasar keuangan melainkan turun tangan langsung ke ranah perekonomian riil Amerika Serikat. Ini sebenarnya riskan, tetapi dianggap perlu demi mengantisipasi kemungkinan meroketnya angka pengangguran di seantero negeri Paman Sam.

"The Fed masih bekerja untuk mempertahankan arus kredit karena mereka mengetahui apa yang terjadi selama Depresi (ketika) terlalu banyak perusahaan gulung tikar. Semakin banyak kerusakan ketika hal itu terjadi, semakin sulit nantinya untuk memulihkan perekonomian," kata seorang profesor ekonomi dari University of Oregon, Tim Duy, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Namun, tanpa adanya bantuan fiskal, Duy menilai jika langkah The Fed takkan memadai untuk membendung klaim pengangguran yang akan terus bertambah.

Sementara itu, upaya untuk mengesahkan anggaran stimulus fiskal guna menanggulangi dampak COVID-19 kembali menemui kegagalan. Voting di Kongres AS mengalami kebuntuan untuk kedua kalinya karena masalah prosedural. Kubu Republik dan Demokrat sama-sama masih berambisi untuk menyisipkan agenda masing-masing dalam rancangan anggaran tersebut, sehingga persetujuan sulit dicapai.

292419

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.