Advertisement

iklan

USD/JPY Longsor Lagi Setelah Fed Dan BoJ Sama-Sama Beraksi

Pelaku pasar menilai tindakan The Fed terlalu agresif, sedangkan stimulus BoJ dianggap terlalu kecil. Akibatnya, USD/JPY terjungkal lagi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Pasangan mata uang USD/JPY membukukan penurunan harian nyaris 2 persen ke kisaran 106.00 pada perdagangan sesi Eropa hari ini (16/Maret), menyusul pengumuman moneter Federal Reserve dan Bank of Japan. USD awalnya ambruk pada awal perdagangan sesi Sydney sehubungan dengan keputusan mendadak The Fed pada hari Minggu malam, tetapi merangkak naik pada sesi Asia hingga akhirnya dihantam lagi oleh pengumuman stimulus BoJ.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Dalam rapat kebijakan hari ini, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level -0.1 persen, tapi meningkatkan skala Quantitative Easing-nya. BoJ akan membeli aset ETF secara "agresif" dengan laju tahunan sekitar 12 Triliun Yen (USD112.55 miliar) per tahun, dua kali lipat dari skala pembelian sebelumnya. BoJ juga menggandakan anggaran untuk pembelian J-REIT (real estate trust fund) menjadi 180 miliar Yen per tahun, serta menyisihkan dana sebesar 2 Triliun Yen untuk membeli obligasi korporat dan commercial paper. Selain itu, BoJ menciptakan program pinjaman baru guna memperpanjang pinjaman satu-tahunan berbunga nol untuk lembaga-lembaga keuangan.

Rapat kebijakan kali ini dimajukan dari jadwal yang semestinya Rabu-Kamis mendatang. Otoritas kemungkinan merasa terdesak untuk segera mengambil tindakan, setelah bank-bank sentral lain saling bersaing mengucurkan dana besar-besaran. Menurut Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda dalam konferensi pers-nya, bank sentral mengantisipasi dampak virus untuk "berlangsung selama beberapa waktu".

"Ada banyak sekali faktor ketidakpastian. Penting bahwa kami terus memantau sepenuhnya situasi ekonomi dalam negeri dan mancanegara," kata Kuroda, "(Tak peduli) ada virus Corona atau tidak, jika ada tekanan terhadap perekonomian dan harga, kami akan mempertimbangkan kebijakan pelonggaran moneter tambahan untuk menanganinya."

Meski demikian, sejumlah analis menilai stimulus yang digelontorkan oleh Kuroda masih kurang optimal. Apabila dibandingkan dengan injeksi QE USD700 miliar yang diluncurkan The Fed tadi malam, jumlah yang disebutkan BoJ memang sangat kecil.

"Dibandingkan bank-bank sentral lain seperti The Fed, langkah BoJ kurang berani. Itu jelas menunjukkan masih ada sedikit ruang tersisa bagi BoJ untuk melonggarkan lebih jauh," kata Toru Suehiro, ekonom pasar senior di Mizuho Securities, sebagaimana dikutip oleh Japan Times, "BoJ kemungkinan menyimpan amunisi-nya yang terbatas, seperti memperdalam suku bunga negatif, untuk situasi ketika mereka menghadapi lonjakan Yen."

Di saat yang sama, pelaku pasar menilai kebijakan The Fed terlalu dovish. Sebagaimana dipaparkan oleh Ray Attrill, pimpinan pakar strategi FX di NAB kepada Reuters:

"Ini sebuah reaksi negatif moderat untuk Dolar AS. The Fed bergerak sedikit lebih cepat dan sedikit lebih agresif daripada perkiraan sejumlah pihak. (Padahal) ini tidak bisa mencegah dampak ekonomi dari social distancing (yang digunakan untuk memperlambat wabah virus Corona). (Penanggulangan sepenuhnya) akan membutuhkan sejumlah belanja fiskal dan kebijakan dari pemerintah untuk memastikan perusahaan-perusahana kecil didanai."

292336

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone