Advertisement

iklan

USD/JPY Tembus 146, Apakah Jepang Akan Intervensi Lagi?

Penulis

+ -

Duet maut USD/JPY terus merangsek naik, sehingga muncul spekulasi seputar intervensi mata uang oleh pemerintah Jepang.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS cenderung berkonsolidasi dalam perdagangan sesi Asia hari Rabu (12/Oktober). Menjelang sejumlah rilis data berdampak besar pekan ini, nuansa wait-and-see mendominasi.

Beberapa rival Greenback memperoleh kesempatan untuk menarik nafas sejenak. Namun, duet USD/JPY terus merangsek naik sampai ke atas ambang 146.00. Ini merupakan rentang yang lebih tinggi dari level di mana pemerintah Jepang melaksanakan intervensi mata uangnya pada bulan lalu.

USDJPY Daily Grafik USD/JPY Daily via TradingView

USD/JPY sangat peka terhadap perubahan dalam selisih yield obligasi jangka panjang pemerintah Jepang dan AS. Kebijakan bank sentral Jepang (BoJ) telah menindih  yield obligasi JGB 10Y pada level nyaris nol, sehingga fluktuasi USD/JPY kini mudah terpengaruh oleh perubahan yield US Treasury 10Y. Setelah yield US Treasury 10Y melonjak ke rekor tertinggi 14 tahun pada kisaran 4.000% kemarin, reli USD/JPY pun tak terbendung lagi hingga menembus 146.00.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, mengatakan dalam briefing media hari ini bahwa mereka selalu siap untuk mengambil langkah yang layak demi mengatasi fluktuasi mata uang yang berlebihan. Menteri Keuangan Shunichi Suzuki juga mengatakan dalam kesempatan berbeda bahwa "yang penting adalah kecepatan pergerakan forex" dan bukan level tertentu. Alhasil, para analis menilai Jepang mungkin membiarkan yen melemah lebih lanjut, asalkan pelemahannya tidak terjadi secara drastis.

Pemerintah Jepang melaksanakan intervensi mata uang pertamanya sejak 1998 pada tanggal 22 September silam. Pada saat itu, Jepang menggelontorkan dana nyaris 20 miliar dolar AS untuk memborong yen setelah USD/JPY bergolak nyaris 200 pips dalam sehari.

"Mengingat tren dolar yang kuat, mungkin saja BoJ mencoba untuk memperlambat laju kenaikan USD/JPY dengan melindungi level yang lebih tinggi dan bukannya melindungi yen pada level tertentu," kata Alvin Tan, kepala strategi mata uang Asia di RBC Capital Markets, sebagaimana dilansir Reuters, "BoJ juga memikirkan peningkatan volatilitas pada level makro global, yang saat ini menjadi pendorong lebih besar untuk potensi intervensi lebih lanjut daripada volatilitas dalam mata uang individu mana pun."

Tan memperkirakan yen Jepang dapat melemah sampai 150 per dolar pada pergantian tahun. Francesco Pesole dari ING mengungkapkan pendapat senada terkait potensi intervensi yen, kendati menambahkan bahwa ia ragu BoJ akan membiarkan USD/JPY mencapai 150.

Joseph Capurso, pakar strategi mata uang dari Commonwealth Bank of Australia, punya opini berbeda. Ia menilai rilis data inflasi AS pada hari Kamis dapat menjadi momen penting di mana USD/JPY melambung dan memancing intervensi Jepang. Namun, ia menambahkan, "...pergerakan apa pun yang disebabkan oleh intervensi dalam USD/JPY akan ambyar dalam beberapa pekan."

Download Seputarforex App

298371
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.