iklan

Vaksinasi Dan Stimulus Fiskal Inggris Topang Pound

Implementasi vaksin Inggris dan anggaran fiskal besar-besaran membuat penurunan Poud melambat. Namun, analis skeptis GBP/USD akan kembali tembus 1.40.

iklan

iklan

Seputarforex - Penurunan Poundsterling melambat di sesi perdagangan Senin (01/Maret) malam ini. Rollout vaksin di Inggris semakin meluas dan membangkitkan harapan akan pesatnya pemulihan ekonomi Inggris pasca pandemi. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di 1.3925, hanya tergelincir 0.04 persen dari harga pembukaan.

gbpusd

Setelah merosot signifikan selama 2 sesi perdagangan berturut-turut, Sterling mengerem penurunannya karena ekspektasi para pelaku pasar yang meyakini bahwa program imunisasi COVID-19 akan segera membantu Inggris keluar dari kontraksi terbesar dalam 300 tahun terakhir.

 

Meski Kasus Corona Turun, Kemenkeu Inggris Tetap Tambah Anggaran

Pada hari Minggu kemarin, Inggris melaporkan bahwa penerima vaksin COVID-19 tahap pertama sudah mencapai lebih dari 20 juta orang. Sementara itu, kasus infeksi baru menurun 21.2 persen dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya. Tingkat kematian akibat virus Coronan juga turun sebanyak 33.5 persen.

Namun demikian, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak dijadwalkan akan mengumumkan tambahan dana sebesar 1.65 miliar pound dalam statement anggaran tahunan Rabu mendatang. Stimulus tersebut akan digunakan untuk membiayai implementasi vaksin. Selain itu, Sunak juga akan mengumumkan tambahan bantuan bisnis sebesar 5 miliar Pound untuk membantu usaha-usaha yang terdampak lockdown seperti toko-toko, bar, klub, hotel, restoran, pusat olah raga, dan salon kecantikan.

"Perkembangan (vaksinasi) sekali lagi tampak positif bagi Sterling, dengan 20 juta populasi Inggris sekarang sudah menerima vaksin pertama. Disamping itu, kabar-kabar menyebutkan bahwa anggaran (yang akan diumumkan) Rabu mendatang masih akan mendukung (pemulihan ekonomi)," kata Simon Harvey, analis forex dari Monex.

 

Pound Akan Sulit Lampaui 1.40

Meskipun begitu, jalan GBP untuk kembali naik menembus 1.40 tampaknya akan terjal. Mengingat posisi GBP/USD yang lebih rendah daripada pekan lalu, sebagian analis memandang bahwa Pound sudah mencapai puncaknya. "Dalam pandangan kami, banyak hal positif terkait harga GBP yang dinilai terlalu tinggi dan terlalu banyak dibeli," kata Valentin Marinov dari Credit Agricole.

Marinov menilai bahwa Pound yang masih lemah di tengah penurunan pasar saham dan komoditas mengindikasikan bahwa mata uang tersebut masih sangat sensitif terhadap sentimen para investor. Oleh sebab itu, dalam beberapa hari ke depan, Sterling mungkin akan bergantung pada kinerja pasar secara luas.

Download Seputarforex App

295287

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


1 Apr 2021

19 Apr 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone