Advertisement

iklan

Wabah Corona Sampai Italia, Harga Emas Tembus 1680

Level tinggi $1680 yang merupakan level tertinggi harga emas sejak tahun 2013, sempat tercapai akibat penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga emas naik hingga lebih dari 2 persen di sesi perdagangan awal pekan ini (24/Februari), akibat penyebaran virus Corona ke negara-negara yang terbilang jauh dari China. Para investor khawatir jika hal ini akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global, sehingga mereka memilih untuk membeli emas sebagai safe haven.

Harga emas spot naik 1.1 persen ke $1661.86 per ounce pada pukul 03:04 GMT, setelah sempat menyentuh level $1678.58 di sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas futures di Comex New York juga meningkat 1 persen menuju $1664.60. Sementara itu, grafik XAU/USD berikut ini menunjukkan harga emas di $1661.35, menyusul reli yang sempat menyentuh level tertinggi $1681.08.

xauusd

Ekuitas global yang menjadi rival harga emas, runtuh setelah laporan yang menyebutkan sejumlah kasus infeksi Corona telah terjadi di wilayah baru. Dua di antaranya berlokasi jauh dari China, yakni Italia dan Iran. Sedangkan di Korea Selatan yang tak jauh dari China, jumlah pasien Corona meningkat drastis.

Pernyataan kekhawatiran yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) soal penyebaran virus tersebut, direspon pasar dengan aksi jual aset-aset minat risiko. Tak hanya emas, Dolar AS juga dipilih sebagai safe haven oleh para investor. Itu sebabnya Dolar AS juga naik meski harga emas sedang tinggi.

 

Kebijakan Moneter Longgar Akan Dominan

Hasil konferensi G-20 di Riyadh pada pekan lalu juga menyoroti kasus Corona. Komunike dari pertemuan tersebut menyatakan bahwa pertumbuhan global dapat terpukul akibat dampak virus Corona, sehubungan dengan rantai suplai yang terganggu. Para menteri keuangan di sejumlah negara berjanji akan mengawasi ketat perkembangan isu Corona dan mengambil tindakan apabila diperlukan. Mereka berpandangan bahwa moneter longgar dan menurunnya tensi perdagangan akan semakin marak tahun ini.

"Pemikiran bahwa semakin sedikit orang yang mempertahankan saham, dalam arti menjualnya, maka menunjukkan bahwa uang telah beralih ke safe haven," komentar Michael McCarthy, analis dari CMC Markets atas fenomena pasar saat ini.

"Dampak pada ekonomi global juga berarti bahwa kondisi suku bunga rendah mungkin akan kita jumpai dalam waktu yang lebih lama."

292097

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.