Advertisement

iklan

Wawancara Menteri Keuangan AS Di Davos Memicu Risk-Off

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyampaikan pesan yang bernada negatif tentang hubungan perdagangan Amerika Serikat dengan China, Italia, Inggris, dan Prancis.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sentimen risk-off yang merajai pasar tadi pagi (21/Januari) sempat memudar pada sesi Eropa berkat rilis data Inggris dan Jerman yang cemerlang, tetapi kemudian menyeruak kembali pada sesi New York. Beredarnya hasil wawancara Menteri Keuangan AS dari ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, memantik kewaspadaan pasar. Saat berita ditulis, USD/JPY bergerak menuju rekor terendah harian di sekitar level 109.90-an lagi, sementara Euro menghapus penguatan yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa kesepakatan dagang berikutnya dengan China bisa jadi merupakan fase "2A" yang hanya menghapus sejumlah tarif impor, tetapi tidak menghapusnya secara tuntas. Ia mengingatkan, kesepakatan dagang fase kedua kemungkinan tidak terlalu signifikan.

Mnuchin juga mengirim peringatan keras kepada Italia dan Inggris. Ia mengatakan AS akan mengenakan tarif impor kepada negara-negara tersebut apabila mereka melaksanakan rencana pemberlakuan pajak bagi perusahaan-perusahaan multinasional penyedia layanan digital seperti Alphabet (induk perusahaan Google) dan Facebook.

Prancis mengumumkan pemberlakuan pajak layanan digital seperti itu yang dijuluki Digital Services Tax (DST) pada pertengahan tahun lalu. Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan untuk menunda pemberlakuan pajak tersebut setelah menerima ancaman keras dari Amerika Serikat. Namun, parlemen Italia dan Inggris juga telah mengesahkan pajak serupa yang siap diberlakukan mulai tahun ini.

Menurut Mnuchin, DST Prancis merupakan pajak yang dibebankan secara tidak adil terhadap pendapatan bruto. Oleh karena itu pula, AS berharap Italia dan Inggris turut menunda rencana mereka. "Jika tidak, mereka akan menghadapi tarif Presiden Trump. Kami akan melakukan diskusi yang sama dengan mereka (seperti diskusi AS dengan Prancis -red)," tegasnya.

291726

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.