OctaFx

iklan

Bernanke Tak Hadir Di Pertemuan Jackson Hole

Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke akan kehilangan kesempatan untuk menghadiri pertemuan tahunan Jakson Hole, simposium yang berfokus pada isu ekonomi penting yang sedang dihadapi ekonomi AS dan dunia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke akan kehilangan kesempatan untuk menghadiri pertemuan tahunan Jakson Hole, simposium yang berfokus pada isu ekonomi penting yang  sedang dihadapi ekonomi AS dan dunia.

Seperti dilansir analisadaily, selasa (23/3/2013), Jadwal yang penuh, menyebabkan Ben harus melewatkan ajang bergengsi itu untuk pertama kalinya sejak ia mengambil alih kepemimpinan The Fed pada tahun 2006. Konferensi yang diadakan pada akhir Agustus di Taman Nasional Grand Teton Wyoming, mengikutsertakan para gubernur sentral top di seluruh dunia.

Ketidakhadiran Bernanke akan menandai bahwa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun Ketua The Fed tidak ikut terlibat. Seorang juru bicara The Fed menanggapi penyebab absennya Ketua Fed, ia menyebutkan hal itu dikarenakan konflik penjadwalan pribadi.

Bernanke, dan mantan Ketua Fed, telah secara berkala menggunakan pengaturan guna meninjau pentingnya tindakan Bank Sentral AS. Seperti Ben yang mengisyarakan peluncuran ketiga pembelian obligasi besar-besaran, yang dijuluki Q3, pada konferensi Agustus lalu.

Terpantau Pelemahan Yen secara luas telah membantu Sterling berbalik menguat tipis terhadap Dollar AS.

Pembicaraan mengenai corporate flows juga turut memacu permintaan untuk mata uang Inggris. Kendati demikian, para analis masih percaya jika pemulihan Sterling masih cenderung akan terbatas, mengingat berlanjutnya kecemasan bahwa perekonomian akan tergelincir kembali ke dalam resesi dan spekulasi pelonggaran moneter dari Bank of England dalam beberapa bulan mendatang.

Perlambatan data ekonomi telah terlihat, dan kemungkinan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut pada bulan Mei akan meningkat jika data GDP pekan depan mensinyalkan resesi triple-dip.

124803

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


24 Sep 2019