OctaFx

iklan

BIRD: Ingin Berekspansi, Pangkas Jumlah Dividen Hingga 50 Persen

PT Blue Bird Tbk (BIRD) berencana akan menebar dividen untuk seluruh pemegang saham senilai Rp 165 miliar dengan nilai per sahamnya adalah sekitar Rp 66. Jumlah pembagian dividen tersebut hanya 20 persen dari laba bersih perseroan tahun 2014 yakni sebesar Rp 824 miliar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Blue Bird Tbk (BIRD) berencana akan menebar dividen untuk seluruh pemegang saham senilai Rp 165 miliar dengan nilai per sahamnya adalah sekitar Rp 66. Jumlah pembagian dividen tersebut hanya 20 persen dari laba bersih perseroan tahun 2014 yakni sebesar Rp 824 miliar.

dividen BIRD

 

Dividen yang akan diterima oleh para pemegang saham BIRD menurun cukup tajam apabila dibandingkan dengan total pembagian dividen oleh perseroan tahun lalu yaitu bisa mencapai Rp 330.8 miliar, 45 persen dari seluruh perolehan laba bersih emiten berkode BIRD tersebut.

Peolehan laba bersih PT Blue Bird Tbk (BIRD) tahun 2015 lalu sebenarnya menanjak sebesar 12.18 persen menjadi Rp 824 miliar apabila dibandingkan dengan pencapaian laba bersih tahun 2014 yang hanya sebesar Rp 734 miliar. Kenaikan laba tahun 2015 dipicu oleh adanya peningkatan pendapatan perseroan sebesar 14 persen menjadi Rp 5.47 triliun dari Rp 4.75 triliun di tahun 2014.


Manfaatkan Dividen Untuk Ekspansi Bisnis

Purnomo Prawiro selaku Direktur Utama Blue Bird menyatakan, dengan adanya pertimbangan dalam keperluan dana ekspansi serta penambahan armada perseroan, maka hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui pihak perusahaan BIRD untuk menggunakan sebagian besar perolehan laba bersih tahun 2015 digunakan untuk modal usaha. Purnomo Prawiro menambahkan, dana tersebut aan dimanfaatkan untuk membeli sejumlah kendaran armada baru ketika kondisi perekonomian mulai membaik.

Disamping memutuskan jumlah dividen yang akan dibagikan perusahaan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui perihal beberapa perubahan dalam pengelolaan serta penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp 1.9 miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli armada kendaraan, bangunan serta tanah.

 

 

265797

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.