OctaFx

iklan

Black January, Harga Kripto Anjlok Tajam

Pasar Kripto tampaknya mendapat pukulan telak di minggu ketiga 2018 setelah Bitcoin dan mayoritas Altcoins mengalami penurunan tajam sejak awal pekan.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pasar Kripto tampaknya mendapat pukulan telak di minggu ketiga 2018, setelah Bitcoin dan sebagian besar Altcoins mengalami penurunan tajam sejak awal pekan, terutama dalam 24 jam terakhir.  Penurunan kripto dari mulai belasan persen hingga puluhan persen, menimbulkan perdebatan sengit di kalangan trader kripto. Satu sisi berpendapat harga akan semakin turun, tetapi sebagian lainnya menyebut harga akan segera pulih.

Black January, Harga  Kripto Anjlok

 

Bitcoin (BTC), yang merupakan kripto dengan kapitalisasi market terbesar, melemah 14.45 persen selama 24 jam terakhir, dan saat ini diperdagangankan di level $11,151. Penurunan mingguan paling tajam pada daftar Top 10 Kripto terjadi pada Ripple (XRP) yang turun 40.28 persen, sementara penurunan harian terbesar terjadi pada NEM yang melemah sebanyak 28.69 persen pada saat berita ini sedang ditulis.

Awal tahun 2018 seolah menjadi ujian terbesar yang dihadapi oleh trader kripto. Harapan untuk melihat kembali aset kripto menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (seperti bulan Desember 2017) sirna, lantaran belum tampak adanya tanda-tanda rebound harga aset kripto yang mereka beli.

Sebagai contoh, Bitcoin yang pada bulan lalu menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada $19,600an di beberapa bursa global, dengan cepat mengalami penurunan demi penurunan hingga saat ini. Dalam kurun 24 jam terakhir merupakan kondisi terparah, karena BTC kehilangan hampir separuh gain yang diperolehnya saat meroket akhir tahun lalu.

Ethereum (ETH) pun terkena imbas dengan penurunan 17.47 persen dalam 24 jam terakhir, atau mencatatkan penurunan 19.85 persen dalam 7 hari terakhir. ETH saat ini diperdagangan pada level $1,009, setelah beberapa jam lalu sempat berada di bawah $1,000 per koin.

 

Harga Bitcoin Menurut Analisa Teknikal

Melihat grafik pada Time Frame Daily maupun H1, memang terlihat jelas harga BTC anjlok secara signifikan, setelah pada hari Senin lalu menyentuh level psikologis pada $14,300. Sentimen Bearish semakin terlihat ketika pembacaan Indikator SMA-100 dan SMA-200 sudah saling bersilangan, dengan SMA-100 berada di bawah SMA-200, yang menunjukkan terjadi trend Bearish pada Bitcoin.

Selain itu, juga terlihat level $12,700 menjadi batas Resisten. Bila harga Bitcoin bisa tembus di atas level $13,000, maka bisa mengembalikan potensi bullish pada BTC, meski ada kemungkinan BTC akan menguji level support kunci pada harga $10,000 bila sentimen Bearish terus berlanjut.

Melihat kondisi yang terjadi saat ini, memang layak menyebut pasar kripto saat ini berada dalam ketidakpastian nyata. Beredar rumor menyebut masalah di Korea Selatan dan China menjadi penyebab anjloknya harga BTC berserta AltCoin dalam beberapa waktu terakhir, tetapi masih terjadi pro-kontra yang pada akhirnya tidak seorang pun tahu penyebab pastinya badai kripto bulan Januari 2018.

Bila mengacu pada grafik dari tahun ke tahun, maka pola serupa juga terjadi di awal 2017 lalu. Saat itu, harga BTC anjlok hingga menyentuh $700 bersamaan dengan munculnya masalah PBOC di China, tetapi kemudian BTC naik hingga seperti yang terlihat akhir tahun lalu. Tidak hanya itu saja, pada tahun-tahun sebelumnya seperti 2015 dan 2016, kejadian serupa terjadi. Ada kecenderungan harga anjlok di bulan Januari, sebelum akhirnya menyentuh rekor tertinggi kembali.

281972

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.