OctaFx

iklan

BoJ Santai, Yen Menguat Terbatas

Yen menguat terhadap Dolar AS, Sterling, dan Euro, setelah Bank of Japan (BoJ) menyampaikan pernyataan kebijakan yang sesuai ekspektasi pasar.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Pasangan mata uang USD/JPY menurun sekitar 0.3 persen ke kisaran 111.84 pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini (25/April), seusai pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Yen juga terpantau unggul versus Poundsterling dan Euro. Penguatan Yen ditunjang oleh sikap tenang BoJ dalam menanggapi lemahnya laju inflasi Jepang, sehingga tidak ada pernyataan yang menyimpang dari ekspektasi.

USDJPY Daily

Dalam rapat yang berakhir hari ini, BoJ memutuskan untuk tak melakukan perubahan kebijakan apapun. Suku bunga jangka pendek tetap pada level -0.1 persen, dan target yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10-tahunan tetap 0.0 persen. BoJ hanya merevisi turun ekspektasi pertumbuhan GDP tahun 2019 dari 0.9 persen menjadi 0.8 persen.

BoJ memperkirakan laju GDP 0.9 persen baru akan dicapai pada tahun 2020. Forecast Core CPI untuk akhir tahun 2020/2021 juga direvisi turun dari 1.5 persen menjadi 1.4 persen. Sejalan dengan itu, mereka juga mensinyalir kalau tingkat suku bunga tetap akan berada pada level terendah "setidaknya" hingga musim semi tahun depan.

Terlepas dari itu, otoritas moneter tertinggi di Jepang ini bersikukuh untuk tidak memperlonggar kebijakan yang telah diberlakukan. Alih-alih, mereka justru kembali melakukan "pengetatan moneter diam-diam". Sebagaimana dicatat oleh David Cottle dari DailyFX, BoJ telah memangkas target pembelian aset bulanannya dari JPY180 miliar per bulan menjadi JPY160 miliar per bulan pada pekan lalu.

Terlepas dari itu, Cottle mencatat pula, "Dolar AS mempertahankan keunggulan suku bunga yang sangat besar dibandingkan Jepang, meskipun pasar memperhitungkan sikap Federal Reserve yang lebih berhati-hati sepanjang sisa tahun 2019. Minat risiko yang sehat cenderung membebani Yen Jepang, karena sering mendorong investor di Jepang untuk mencari imbal hasil lebih baik di tempat lain. USD/JPY kini bergumul dengan puncak kisaran perdagangan yang mencakup beberapa puncak signifikan sebelumnya, pada akhir Februari dan awal Maret. Kisaran ini menghalangi jalan ke atas sejak akhir 2018, dan kemungkinan akan diuji lagi apabila minat risiko tetap kokoh."

288264

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019