Advertisement

iklan

Apa Yang Dimaksud Dengan Bull Dan Bear Di Pasar Forex?

Di pasar forex, seringkali kita mendengar tren Bearish dan Bullish. Apa yang dimaksud dengan hal itu? Dan bagaimana cara mengetahuinya?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Bull dan Bear adalah istilah untuk aksi yang dilakukan oleh pelaku utama di pasar forex. Trader Bull dan Bear memiliki perilaku berbeda di pasar. Awalnya, istilah ini muncul di bursa saham, tetapi dengan cepat menjadi umum digunakan oleh sebagian besar pasar keuangan, termasuk Forex.

Di Forex, trader dibagi menjadi 2, yaitu yang mengharapkan kenaikan pada pasangan harga tertentu, atau mengharapkan penurunan harga. Pelaku pasar berusaha mendapatkan profit dari dinamika nilai tukar yang selalu berubah. Mari kita lihat lebih dekat siapa sebenarnya Bull dan Bear ini.

bull dan bear di forex

 

Mengenal Bull Di Forex

Bull adalah trader yang mengharapkan harga akan naik. Trader jenis Bull membuka posisi Long, sehingga menciptakan permintaan dan menaikkan harga instrumen trading. Di pasar Bullish, ekonomi berjalan dengan baik, pengangguran menurun, PDB naik, dan harga juga tumbuh. Pasar ini dicirikan oleh optimisme, ekspektasi tinggi, dan kepercayaan investor.

Asal namanya terinspirasi oleh sebuah analogi: banteng mengangkat tinggi tanduknya ke udara, seperti halnya trader Bull "mengangkat" harga dengan pembelian agresif.

Bull bertujuan untuk menaikkan modal dengan memanfaatkan pertumbuhan pasar. Analis pasar dari pialang Forex membantu para trader terus mendapatkan informasi dan memprediksi pergerakan harga. Mereka membeli/melakukan Buy dengan harapan bisa menjualnya kembali di masa mendatang di harga lebih tinggi. Oleh karenanya, pasar dan tren yang menunjukkan kenaikan harga disebut Bullish. Terjadi peningkatan harga yang bertahap dalam periode waktu tertentu di pasar Bullish.

 

Mengenal Bear di Forex

Bear berusaha menurunkan harga, karena mereka pesimistis mengenai kenaikan harga. Pelaku pasar jenis ini mengharapkan harga akan turun. Bear menjual aset mereka untuk membelinya dengan harga lebih murah di masa mendatang. Istilah ini muncul dari gerakan beruang yang menancapkan cakarnya ke bawah.

Pasar Bearish adalah lawan dari pasar Bullish: pengangguran meningkat, PDB menurun, dan harga juga turun. Di sini harga turun secara konstan di bawah tekanan berita negatif dan terus meningkatnya posisi Sell/menjual. Pasar Bearish ditandai oleh pendekatan pesimistis dan ekspektasi rendah. Ketika harga turun, pasar dan tren disebut Bearish jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

 

Ketika Pasar Berubah Serta Hubungannya Dengan Bull And Bear

Pasar Bearish dapat menjadi Bullish kapan saja. Pembalikan biasanya terjadi setelah pasar telah bergerak ke zona Oversold (terlalu banyak penjualan) dan harga saat ini tidak cocok dengan para seller. Berita positif mengenai Base Currency juga dapat menyebabkan perubahan tren. Dalam kasus ini, Bear tidak akan sanggup menahan pasar dan akan mulai menutup posisi yang sudah ada.

Pasar Bullish biasanya cenderung terjadi setelah berita negatif dirilis atau sebelum bergerak ke zona Overbought (terlalu banyak pembelian).

 

Cara Mengidentifikasi Tren Pasar

Untuk mengetahui sentimen mana yang menguasai pasar, trader menggunakan alat bantu analisis teknikal, seperti:  

  • Grafik Harga
    Pertama-tama, tren dapat ditentukan menggunakan grafik harga. Kalau kita berbicara mengenai Uptrend di pasar, maka setiap maksimum berikutnya harusnya lebih tinggi dari nilai sebelumnya, dan setiap minimum berikutnya harusnya juga lebih tinggi dari nilai sebelumnya. Barulah kita bisa mengatakan tren saat ini di pasar adalah Upward/ke atas.
  • Moving Average
    Cara umum lain untuk menentukan apakah pasar sedang bullish atau bearish adalah indikator tren Moving Averages, berbentuk kurva, yang berubah bergantung pada arah tren. Biasanya yang digunakan adalah kombinasi dari dua moving averages. MA 50 hari dan 200 hari diikuti secara luas oleh trader.

Ketika harga bergerak di atas kurva, terbentuk sinyal bullish. Jika harga bergerak di bawah MA, terjadi sinyal Bearish. Ketika harga melintasi kurva, kemungkinan tren akan berbalik. Dengan memperhatikan sudut kemiringan, trader dapat menentukan potensi arah dan kekuatan pergerakan harga di pasar.

Selain itu, indikator seperti Bulls/Bears Power dan ADX menunjukkan konfrontasi antara Bull dan Bear dengan cukup jelas. Jika Anda adalah trader pemula, ujilah strategi dan indikator pada akun latihan tanpa biaya. Buka akun demo dan cobalah trading tanpa risiko.

Kesimpulannya, sentimen pelaku pasar Bull dan Bear bergantung kuat pada dinamika nilai tukar. Ketika terjadi tren Bearish, trader mulai menjual dengan aktif lalu harga turun. Ketika tren Bullish berubah menjadi Bearish, trader mulai membeli untuk menjualnya lagi di harga lebih tinggi.


Berita Broker Pressrelease



Catur berfokus menulis mengenai review broker dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya. Menurut Catur, broker forex yang baik harus responsif menanggapi keluhan dan memudahkan withdrawal dana trader.