OctaFx

iklan

CAMP: Cetak Penjualan Bersih Rp503 Miliar

Campina (CAMP), perusahaan es krim terbesar dan tertua di Indonesia mencatat penjualan bersih mencapai Rp. 503.47 Miliar di semester pertama.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT. Campina Ice Cream Industry (CAMP) merupakan perusahaan es krim terbesar dan tertua di Indonesia yang didirikan di Surabaya pada 22 Juli 1972 dengan nama CV. Pranoto. CAMP berpusat di Jl. Rungkut Industri II/15-17, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Campina telah mengantongi beberapa sertifikasi diantaranya ISO 9001:2008, ISO 14001:2008, serta sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kapasitas produksi rata-rata emiten yang bergerak di sektor konsumsi ini sebesar 25 juta-26 juta liter per tahun dan mulai mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Desember 2017. Jumlah saham yang ditawarkan saat Initial Public Offering sebanyak 885,000,000 lembar, dengan harga penawaran Rp. 330 per lembar saham.

berita saham camp

 

Penjualan Bersih Meningkat Seiring dengan Naiknya Beban Penjualan

Pada semester pertama 2019, CAMP berhasil mencetak penjualan bersih sebesar Rp. 503.47 miliar atau naik sebesar Rp. 3.1% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp. 488.34 miliar. Beban pokok penjualan pada semester I tahun 2019 senilai Rp. 209.43 miliar dan laba kotor senilai Rp. 294.04 miliar.

Sementara itu, beban penjualan CAMP pada semester I tahun 2019 mencapai Rp. 110.91 miliar atau naik sebesar 51.78% dari Rp. 73.07 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Komponen beban penjualan naik paling tinggi pada bidang promosi dan periklanan dari posisi Rp. 27.93 miliar menjadi Rp. 54.81 miliar pada periode 2019.

Karena permintaan pasar yang cenderung tinggi, CAMP berencana untuk menaikkan kapasitas produksi pada tahun 2020 dengan mengandalkan pabrik Surabaya yang memiliki kapasitas produksi hingga 30 juta liter per tahun.

289913

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.