China Keluarkan Larangan Resmi Untuk ICO, Apa Alasannya?

Pemerintah China akhirnya mengeluarkan larangan resmi untuk ICO. Simak alasan-alasan yang disampaikan pada berita berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Melalui pernyataan Xuewen Huo, Kepala Biro Keuangan kota Beijing, Pemerintah China memberikan peringatan kepada masyarakatnya tentang bahaya penipuan ICO.

Semakin banyaknya investor baru di pasar kripto memancing bertambahnya para scammer (penipu). Mereka dianggap bermunculan seperti semut mengeremuni gula. Masalah penipuan ini menjadi semakin akut sehingga pemerintah di China setuju untuk melarang segala kegiatan ICO dan menutup segala akses untuk perdagangan mata uang kripto.

 

pemerintah china larang ico

 

 

"Mengapa orang masih percaya pada ICO? Padahal ICO hanyalah cerita indah yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan," tanya Huo dalam pidatonya di Museum Fintech Beijing. Ia melanjutkan, "Kita semua tentu sudah tahu bagaimana berakhirnya gelembung Tulip Belanda yang terkenal."

Dalam pidatonya tersebut, Huo juga mengemukakan beberapa alasan kenapa pemerintah China harus melarang ICO.

 

1. Kesalahpahaman Dan Penyalahgunaan Bitcoin

Jika Anda benar-benar memahami Bitcoin, Anda tidak akan percaya bahwa harganya akan naik terus. Jika Anda memahami teknologinya, harusnya Anda tahu bahwa token itu bukan sejenis mata uang dan tidak memiliki nilai yang mendasar. Blockchain adalah teknologi canggih untuk masa depan nanti, tetapi beberapa pihak memanfaatkannya untuk menipu investor dengan bayangan keuntungan besar di masa depan.

 

2. Nilai Token

Token itu sendiri tidak memiliki nilai, dan hanyalah serangkaian angka dan huruf. Nilai muncul jika token dikaitkan dengan beberapa hal yang berharga. 

Jika token ICO memiliki nilai di belakangnya, maka nilai tersebut berasal dari produk asli yang seharusnya mereka kembangkan setelah mengumpulkan uang dari ICO. Namun, seringkali pelaku ICO hanya menyodorkan whitepaper yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Hal inilah yang akhirnya meninggalkan omong kosong belaka (penipuan). 

 

3. Kebohongan Tentang Teknologi Blockchain

Banyak orang mengatakan teknologi Blockchain akan mengubah masa depan fundamental ekonomi atau bahkan dunia. Teknologi baru dapat mempengaruhi kehidupan manusia di area tertentu, tetapi pernyataan bahwa manusia akan bergantung pada teknologi Blockchain untuk bertahan hidup adalah suatu kebohongan besar.

 

4. Kesalahpahaman Desentralisasi

Tujuan desentralisasi sebenarnya bukanlah untuk menghilangkan kendali pusat, tetapi untuk melakukan diversifikasi data. Dengan diversfikasi data, suatu informasi dapat diakses oleh jutaan komputer secara bersamaan dan datanya dapat dilihat oleh siapapun di jaringan internet.

Adalah keliru untuk menyamakan Blockchain dengan desentralisasi. Poin terpenting dalam penciptaan teknologi Blockchain adalah membangun buku besar yang bersifat terbuka dan dapat dipercaya.

 

5. Blockchain Belum Mampu Menggantikan Pertukaran Konvensional

Kecepatan proses Blockchain saat ini masih jauh dari level bursa saham yang ada. Sebuah Blockchain dapat selesai dalam 10 menit, sangat jauh jika dibandingkan dengan ratusan ribu transaksi per detik yang terjadi di Bursa Efek Shanghai. Teknologi Blockchain saat ini belum mampu menggantikan pertukaran perdagangan berfrekuensi tinggi dan intensitas dari setiap bursa saham. Namun, tak dapat dipungkiri jika teknologi Blockchain akan memainkan peran yang baik dalam meningkatkan tingkat transparansi informasi dan krebilitas.


6. Keamanan Mata Uang Kripto

Transaksi aset digital bergantung pada otentikasi identitas dari platform perdagangan. Akan tetapi, begitu banyak mata uang kripto dan token telah dicuri di masa lalu. Ini berarti teknologi Blockchain masih belum benar-benar bisa menghilangkan risiko pencurian online. Ditambah lagi, jika kunci enkripsi Blockchain untuk mengendalikan keamanan aset hilang, maka uang kripto yang tersimpan di Blockchain pun akan ikut lenyap.

 

7. ICO Tidak Dapat Diandalkan

Sangat mudah untuk menciptakan token atau koin kripto baru. Bahkan kita dapat menciptakan koin baru hanya dalam waktu 1 jam dengan menggunakan teknologi Ethereum ERC-20. Hal ini dianggap terlalu mudah untuk dilakukan bagi pihak awam sekalipun, dan tentu saja membuka kesempatan luas untuk para scammer.


8. ICO Tidak Sah

Pada 4 September 2017, People's Bank of China, perusahaan sekuritas, bank-bank, dan regulator asuransi di China telah menyatakan ICO sebagai suatu kegiatan ilegal.

283092

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.