Cita-Cita G20 Terhambat Stagnasi Eropa

Para Menteri Keuangan dan petinggi-petinggi bank sentral dari 20 negara maju di dunia menyatakan bahwa mereka memiliki keinginan untuk menambahkan stimulus ekstra sebanyak $2 Triliun bagi perekonomian global. Selain itu, mereka juga akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Tetapi, cita-cita G20 tersebut terhambat oleh stagnasi yang makin meluas di wilayah Eropa.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Para Menteri Keuangan dan petinggi-petinggi bank sentral dari 20 negara maju di dunia yang bertemu di rapat G20 pada tanggal 18-21 September tersebut, menyatakan bahwa mereka memiliki keinginan untuk menambahkan stimulus ekstra sebanyak $2 Triliun bagi perekonomian global. Selain itu, mereka juga akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Tetapi, cita-cita G20 tersebut terhambat oleh stagnasi yang makin meluas di wilayah Eropa.

G20_australia
"Kami bercita-cita untuk mengangangkat pertumbuhan (global). Dan untuk mencapai cita-cita tersebut, tentu saja negara-negara ingin dapat leluasa menggunakan semua instrumen-instrumen makroekonomi, termasuk kebijakan-kebijakan moneter, fiskal, dan struktural." demikian ungkap Joe Hockey, Menteri Keuangan Australia yang juga menjadi protokol acara tersebut.

Masalah Eropa Menghambat Ekonomi Global

Dalam hal itu, perhatian dunia tertuju pada Eropa. Zona Euro, utamanya, dinilai masih belum menunjukkan kemajuan. Bahkan, Sekretaris Menteri Keuangan AS, Jack Lew, menyebutkan bahwa jatuhnya perekonomian Eropa membahayakan perekonomian negara-negara lainnya.

"Menurut hemat saya, apabila upaya untuk mendorong permintaan ini ditangguhkan terlalu lama, bisa jadi akan muncul risiko perekonomian Eropa akan lebih buruh dan membutuhkan dorongan yang lebih kuat." tutur Lew. Pendapat Lew tersebut juga diamaini oleh Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schauble, yang menekankan perlunya reformasi struktural dan pengendalian anggaran secara ketat.

Putin Diundang Ke G20

Orang-orang penting dalam perekonomian tersebut juga membahas perihal dilema masalah undangan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri G-20 di Australia ini. Masalah pelik antara Ukraina dan Rusia, menyebabkan banyak negara-negara di dunia menekan Rusia. Akan tetapi, konsensus tetap memutuskan untuk mengundang Putin dan membuka pintu lebar-lebar apabila Putin berkenan hadir.

201429

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019