Advertisement

iklan

CPI AS Bulan Oktober Nyaris Flat, Inflasi Inti Sesuai Ekspektasi

Indeks Harga Konsumen AS bulan Oktober hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0.1 persen, setelah melonjak 0.5 persen pada bulan September.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Harga Konsumen AS nyaris tidak naik pada bulan Oktober karena meredanya dampak kenaikan harga bahan bakar akibat Badai bulan September lalu. Namun, kenaikan harga biaya sewa dan layanan kesehatan menjadi "penyelamat" yang mendorong harga konsumen naik bulan lalu.

Indeks Harga Konsumen AS bulan Oktober hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0.1 persen, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu(15/11), setelah melonjak 0.5 persen pada bulan September. Dengan demikian, secara basis tahunan, CPI telah tumbuh 2.0 persen, sedikit lebih rendah dari 2.2 persen di bulan September.

Pertumbuhan Harga Konsumen AS bulan lalu telah sesuai dengan estimasi ekonom menurut jajak pendapat Reuters sebelumnya yang memprediksi CPI akan naik 0.1 persen. Sementara itu, bila tidak memperhitungkan sektor makanan dan energi (Core CPI) naik 0.2 persen bulan Oktober, lebih baik dibandingkan kenaikan 0.1 persen pada periode sebelumnya.

Data CPI Negeri Paman Sam bulan Oktober tidak begitu baik, mengingat terjadinya penurunan harga bahan bakar sebesar 2.4 persen, setelah sempat melambung 13.1 persen pada bulan September akibat badai Harvey dan Irma yang menganggu produksi kilang minyak di kawasan Texas. Harga makanan tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya. Biaya sewa akomodasi naik 0.3 persen di bulan Oktober, sedangkan biaya layanan kesehatan naik 0.5 persen.

 

Disokong Penjualan Mobil, Retail Sales AS Oktober Naik

Dalam sebuah laporan terpisah, Departemen Perdagangan AS melaporkan data Retail Sales bulan Oktober yang secara tidak terduga mencatatkan kenaikan karena adanya kenaikan pada angka penjualan mobil, mengimbangi penurunan permintaan bahan bangunan.

Commerce Department pada hari Rabu merilis data Penjualan Ritel yang naik 0.2 persen bulan lalu, mematahkan ekspektasi kenaikan 0.0 persen oleh ekonom. Sementara itu, Penjualan Ritel bulan September direvisi naik 0.3 persen menjadi 1.9 persen. Dalam basis tahunan, Retail Sales tumbuh 4.6 persen hingga bulan lalu.

Sedangkan Core Retail Sales yang tidak memperhitungkan penjualan mobil, hanya mencatatkan kenaikan 0.1 persen, berada di bawah ekspektasi kenaikan 0.2 persen dan turun jauh bila dibandingkan pertumbuhan 1.2 persen pada bulan September lalu.

Secara keseluruhan, Penjualan Ritel AS masih berada dalam performa positif. Data ini merupakan salah satu indikator kunci dalam mengukur aspek belanja konsumen yang menyumbang dua per tiga Gross Domestic Product (GDP) AS.

Penjualan Ritel AS

281050

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


24 Sep 2019