CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi Produsen Melemah

Inflasi Konsumen China secara tahunan stagnan di bulan Juni. Sementara itu, data PPI negeri tersebut malah mencatat laju terburuk sejak Agustus 2016.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Departemen Statistik China pada hari Rabu (10/Juli) merilis data Consumer Price Index (CPI) atau Inflasi Konsumen bulan Juni yang tumbuh 2.7 persen dalam basis tahunan, sesuai dengan ekspektasi ekonom dan tidak berubah dari data periode sebelumnya. Secara bulanan, CPI turun -0.1 persen di bulan Juni, sesuai dengan ekspektasi dan lebih rendah dari level 0.0 persen pada bulan Mei.

CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi

Secara keseluruhan, trend Inflasi Konsumen China belum mampu beranjak dari teritori negatif. Terlebih lagi, tingkat Inflasi Konsumen Inti (Core CPI) yang tidak memasukkkan kategori makanan malah menyentuh rekor terlemah sejak September 2016. Data Inflasi yang cukup mengecewakan ini akan menekan pemerintah China untuk kembali melakukan intervensi, seperti mengucurkan stimulus masif untuk menopang perekonomian yang dinilai lesu di sepanjang kuartal kedua tahun ini.

 

Inflasi Produsen Melemah, Deflasi Mengancam

Dirilis bersamaan dengan data CPI, tingkat Inflasi Produsen China juga menunjukkan penurunan. Dalam basis tahunan, data yang juga disebut sebagai Producer Price Index (PPI) itu berada di level 0.0 persen, lebih buruk dibandingkan ekspektasi kenaikan 0.2 persen, dan jauh lebih rendah dari level periode Mei di 0.6 persen.

CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi

Pertumbuhan PPI China kali ini sekaligus menorehkan rekor terburuk sejak Agustus 2016 lalu. Kemerosotan sub-indeks Barang Produsen yang melemah -0.3 persen dan harga bahan baku yang turun -2.1 persen, menjadi faktor utama pendorong inflasi di tingkat produsen bulan lalu.

Menurut jurnalis Bloomberg, perlambatan PPI China yang berkelanjutan memicu kekhawatiran terhadap potensi terjadinya deflasi. Jika skenario ini terjadi, maka akan mengancam laba perusahaan dan berimbas langsung pada kondisi ekonomi makro. Dalam jangka panjang, inflasi rendah di China tentu akan berimbas pada prospek inflasi global.

"Ke depan, efek dasar (kenaikan harga daging) yang menyokong CPI akan berkurang dan berdampak langsung pada tingkat inflasi utama China. Secara keseluruhan, baik CPI maupun PPI China tidak bergairah," kata Eva Yi, ekonom China International Capital Corp dalam sebuah catatan.

289169

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


15 Jul 2019