Data Ketenagakerjaan Australia Positif, AUD/USD Konsolidasi

Dolar Australia tak menguat meski data ketenagakerjaan melebihi ekspektasi pasar. Prospek suku bunga RBA menjadi penyebab yang menekan sentimen terhadap AUD.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Australian Bureau of Statistics (ABS) merilis rangkaian data ketenagakerjaan yang solid di semua lapisan pada hari Kamis pagi ini (21/Februari). Data Employment Change yang mengindikasikan perubahan jumlah tenaga kerja di Australia meningkat pesat dari 16,900 ke 39,100 pada bulan Januari 2019. Padahal, rilis laporan tersebut diperkirakan berkurang ke 15,200.

Employment Change Australia

Untuk Participation Rate, terjadi kenaikan dari 65.6 persen ke 65.7 persen, mengalahkan ekspektasi yang sebelumnya dipatok di 65.6 persen. Di sisi lain, Unemployment Rate tidak menunjukkan kenaikan atau penurunan. Akan tetapi, data tersebut sukses bertahan di level 5.0 persen yang merupakan level terendah 7 tahun.

 

Dolar Australia Ditekan Prospek Suku Bunga RBA

Normalnya, kabar positif dari serangkaian data ketenagakerjaan bisa mendorong outlook positif para pembuat kebijakan terhadap perekonomian, sehingga akan mendukung nilai mata uang. Namun, pasca rilis data Employment Change dkk di atas, Dolar Australia justru tertahan di area Open harian. Sekitar 4 jam setelah laporan Employment Change Australia dirilis, AUD/USD hanya bergerak di kisaran 0.7161, tidak jauh dari level penutupan hari sebelumnya di area 0.7163.

AUD/USD Hari Ini

Dolar Australia sebenarnya sempat menguat hingga ke level tertinggi 2 minggu, tapi tidak lama kemudian kembali turun ke area Open harian karena adanya proyeksi pemotongan suku bunga RBA yang diungkapkan oleh Westpac Banking Corp. Salah satu bank terbesar di Australia itu menjadikan perlambatan ekonomi dan tingkat inflasi yang tidak terlalu menjanjikan sebagai alasan di balik pernyataan mereka.

Di tengah penurunan harga properti, RBA sejauh ini mengandalkan kuatnya pasar tenaga kerja untuk memicu kenaikan pertumbuhan gaji dan inflasi. Hal tersebut membuat Bill Evans selaku ahli ekonomi Westpac tetap memperhatikan pertumbuhan tenaga kerja sebagai risiko terhadap Outlook suku bunganya.

Sebagai informasi, RBA telah menahan suku bunga di level terendah sepanjang masanya pada 1.50 persen selama 2.5 tahun terakhir, dan diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya dalam waktu dekat. Menurut polling Reuters yang diikuti oleh 28 ahli ekonomi, RBA diprediksi akan terus mempertahankan suku bunga di 1.50 persen hingga awal 2021.

287473

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


21 Mei 2019

30 Apr 2019