Dolar AS Bertahan Di Level Tinggi Meski Sentimen Global Masih Rentan

Sempat melemah di akhir pekan pasca data GDP yang menurun, Dolar AS menguat hari ini karena fungsinya sebagai safe haven.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS bertahan di level tinggi terhadap mata uang-mata uang mayor di hari Senin (29/Okt) sore ini. Meski sedikit volatile di sepanjang sesi Asia, tetapi pergerakan Dolar tak jauh dari level tinggi 10 pekan.

 

Fokus Masih Ke Perkembangan Pasar Ekuitas

Di awal sesi perdagangan hari ini, mata uang AS tersebut menguat karena masih banyak dibeli oleh para investor sebagai alternatif safe haven. Situasi pasar saat ini memangtengah diliputi ketidakpastian, terutama karena gejolak di pasar ekuitas dan kehawatiran akan pertumbuhan global.

usd

"Perkembangan pasar ekuitas AS masih menjadi fokus utama dalam pasar forex," kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Strategi Forex di Mizuho Securities.

Akhir pekan kemarin, Dolar AS memang sempat melemah gara-gara data GDP AS kuartal ketiga yang mengecewakan. Namun secara jangka panjang, ekonomi AS dinilai masih kuat dan mampu mendukung kenaikan suku bunga The Fed bulan Desember mendatang. Itulah sebabnya, sebagian pelaku pasar masih membeli Dolar AS sebagai safe haven.

 

Indeks Dolar AS Menguat

Saat berita ini ditulis pada pukul 15:30 WIB, Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke level 96.6 dari sebelumnya di 96.3. Jumat lalu, indeks Dolar AS sempat mencapai level tertingginya sejak tanggal 15 Agustus di posisi 96.8.

dxy

Sementara itu, EUR/USD turun 0.1 persen ke 1.1395 di tengah keprihatinan terhadap masalah anggaran pemerintah Italia untuk tahun depan. Sedangkan USD/JPY diperdagangkan stabil pada level 111.90 yen. Sejauh ini, Dolar AS telah melemah 2.3 persen terhadap Yen, yang juga berfungsi sebagai mata uang safe haven.

Terhadap mata uang-mata uang negara berkembang, Dolar AS bergerak menguat. Meski demikian, menurut Yukio Ishizuki dari Daiwa Securities, mata uang yang dilanda aksi jual besar-besaran seperti Real Brazil dan Lira Turki, cenderung akan mengalami buyback.

285937

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019