Advertisement

iklan

Dolar AS Di Level Tinggi, Tersokong Perlambatan Ekonomi China

Dolar AS mempertahankan level tinggi dua pekan di sesi perdagangan Senin malam ini, terdukung oleh merosotnya pertumbuhan ekonomi China secara tajam di akhir tahun 2018.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Perselisihan dagang AS-China mulai berimbas buruk pada ekonomi China. Data GDP China di kuartal terakhir 2018 turun dari 6.5 persen menjadi 6.4 persen. Angka tersebut adalah yang terlemah sejak tahun 2009. Hal ini semakin menunjukkan bahwa China akan menjadi pihak yang paling dirugikan dalam perang dagang, karena pertumbuhan ekonomi AS sendiri tak begitu terusik dengan perselisihan tersebut.

Tak heran, Dolar AS pun sementara diburu sebagai safe haven. Indeks Dolar (DXY) menguat hingga menyentuh 96.39 pada hari Jumat lalu. Namun, saat berita ini ditulis pada sesi AS Senin malam (21/Januari), Indeks Dolar sudah terkoreksi 0.05 persen ke 96.32.

dxy21j

Sementara itu, EUR/USD juga tertekan turun 0.2 persen di level 1.1376. Level tersebut merupakan yang terendah dalam dua pekan. Isu penggerak Euro pekan ini adalah konferensi pers kebijakan ECB, yang akan dilangsungkan pada Kamis mendatang. Pasar menunggu event ini untuk mengetahui pandangan para pejabat bank sentral Eropa terhadap perlambatan global.

"Dolar AS mengambil untung dari perannya sebagai mata uang safe haven... Federal Reserve dapat mengatasi lemahnya perekonomian dengan mengatur kebijakan moneter... (kebijakan moneter tersebut) melindungi AS cukup baik dari perlambatan pertumbuhan global, dan membuat Dolar AS menjadi mata uang yang dipilih," kata Esther Maria Reichelt, analis forex dari Commerzbank di Frankfurt.

 

Dolar Menikmati Penguatan Sementara

Memasuki tahun 2019, mayoritas pakar dan analis forex memperkirakan pelemahan Dolar AS. Pertaruhan itu berdasarkan isu bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menghentikan kenaikan suku bunga. Perekonomian AS juga diproyeksi melambat setelah dorongan fiskal tahun lalu.

Namun awal pekan ini, Dolar AS mengalami penguatan mingguan pertamanya sejak pertengahan Desember. Ketegangan AS-China yang sedang mencair--ditandai dengan gencatan perang dagang dan kelanjutan negosiasi--melambungkan Dolar AS untuk sementara. Lagipula, data-data ekonomi AS, termasuk parameter pertumbuhan dan produksi industri, masih di atas ekspektasi.

287087

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


1 Ags 2019

15 Jul 2019

5 Ags 2019