OctaFx

iklan

Dolar AS Di Tengah Beragamnya Data Ekonomi AS Dan Masalah Korut

Dolar AS defensif terhadap mata uang-mata uang mayor. Uji coba misil oleh Korea Utara (Korut) juga masih menguatkan Yen sebagai mata uang safe-haven.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS mengawali pekan ini dengan defensif, utamanya setelah data-data ekonomi AS minggu lalu tidak mencapai ekspektasi. Selain itu, uji coba misil oleh Korea Utara (Korut) juga masih menguatkan Yen sebagai mata uang safe-haven.

dolar-as

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor, sedikit menurun di sesi perdagangan Senin (15/Mei) pagi ini, yakni di level 99.226 DXY. USD/JPY tergelincir ke angka 0.1 persen dan diperdagangkan di kisaran 113.28 yen. Sedangkan EUR/USD turun 0.1 persen ke angka 1.0924.


Heboh Misil Korut

Hari ini, Korea Utara mengatakan bahwa mereka telah berhasil melakukan uji coba pengembangan misil terbaru untuk rentang jarak menengah hingga jarak jauh di hari Minggu kemarin. Aktivitas uji coba tersebut, diberitakan oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA), diawasi langsung oleh Presiden Korut, Kim Jong Un. Tujuannya, untuk mem-verifikasi seberapa jauh kemampuan Korea Utara dalam menghadapi perang nuklir yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Korut menembakkan misil balistik yang mendarat di laut dekat Rusia pada hari Minggu kemarin. Padahal, beberapa hari sebelumnya, Presiden Korea Selatan yang baru dilantik menyebutkan akan mengajak Korut berkompromi dan akan selalu melibatkan Pyongyang dalam dialog internasional.

Mitsuo Imaizumi, Kepala Forex dari Daiwa Securities yang diwawancarai oleh Reuters, mengatakan bahwa kabar mengenai uji coba misil Korut selama akhir pekan lalu memang mengangkat Yen Jepang, tetapi tidak banyak. "Secara keseluruhan, kami melihat perdagangan Dolar AS berada dalam kondisi yang 'ranging' dalam beberapa minggu terakhir. Para investor fokus pada pertemuan FOMC bulan depan."


Data Ekonomi AS Di Bawah Ekspektasi

Sementara itu di Amerika Serikat, data Penjualan Ritel untuk bulan April menunjukkan kenaikan yang hanya 0.4 persen, lebih kecil daripada ekspektasi. "Data itu (penjualan ritel) memang lebih lemah daripada ekspektasi, tetapi belum cukup untuk menekan Dolar AS dalam waktu lama," kata Imaizumi.

Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunganya dalam pertemuan bulan depan. Tahun ini, bank sentral AS tersebut dinilai masih punya peluang untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi setelah kenaikan suku bunga pada bulan Maret lalu.

278902

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019