iklan

Dolar AS Jatuh Di Tengah Positifnya Isu-Isu Geopolitik

Tiga isu politik yang paling dibicarakan pasar saat ini dikabarkan telah mereda tensinya. Para investor pun kembali membeli mata uang berisiko tinggi.

iklan

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS jatuh di sesi perdagangan Rabu (04/September) malam ini, seiring dengan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Pasar yang menanggapi positif kabar-kabar politik di Hongkong, Italia, dan Inggris, membuat fungsi Dolar AS sebagai safe haven memudar.

Indeks Dolar AS (DXY) turun 0.48 persen ke 98.49, setelah sempat menyentuh puncak 99.37 kemarin. Sementara itu, EUR/USD yang sempat jatuh tajam dua hari lalu, malam ini melonjak lebih dari setengah persen ke 1.1028.

eurusd

 

Meredanya Tiga Dari Sejumlah Isu Politik Utama

Di Hongkong, minat risiko bangkit setelah kepala negara Hong Kong, Carrie Lam, dilaporkan akan segera mengumumkan secara formal perihal pencabutan RUU ekstradisi, yang menjadi biang kekacauan di negara tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Sementara di Italia, Partai Gerakan 5-Bintang menyetujui kesepakatan koalisi dengan Partai Demokratik. Hal ini akan semakin memuluskan langkah pembentukan kabinet pemerintahan baru di negara yang sedang terbelit masalah pengajuan anggaran ke Uni Eropa tersebut.

Sedangkan persaingan politik di Inggris justru semakin sengit. PM Boris Johnson kalah di House of Commons, sehingga ia tak akan punya kuasa lagi atas skenario Brexit berikutnya. Dalam voting kemarin, mayoritas anggota Parlemen Inggris setuju mengambil alih kendali tersebut. Artinya, Inggris akan terhindar dari No-Deal Brexit dalam waktu dekat, sehingga Pound pun menguat. (Baca juga: Pound Reli, Rayakan Kekalahan PM Johnson Di Parlemen Inggris)

Edward Moya, analis senior pasar di OANDA New York, mengatakan bahwa pelemahan Dolar AS hari ini mayoritas dipicu oleh aksi beli saham di HongKong. Sehingga, pasar ekuitas negara tersebut mencetak perolehan yang paling cemerlang dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Moya, hal itu berefek pula pada mata uang-mata uang risiko tinggi, yang secara umum juga akan dilirik pembeli dalam kondisi semacam ini.

"Semua orang memang sudah lama menantikan reversal besar pada Dolar AS. Namun, tidak juga terwujud," kata Moya. "Oleh karena itu, ini (penurunan Indeks Dolar AS) menjadi sedikit angin segar yang menghalau posisi bullish Dolar AS," demikian lanjut Moya.

289941

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone