Dolar AS Kuat Jelang Laporan Inflasi Konsumen AS

AS akan merilis data inflasi. Ekspektasinya, data itu dapat memperkuat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi di sisa tahun ini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS menguat dan stabil di sesi perdagangan Kamis (12/Juli) sore ini terhadap mata uang-mata uang mayor. Para investor dongkol kepada Amerika gara-gara kebijakan impornya yang menyulut perang dagang, sehingga memilih untuk mengesampingkan dampak kebijakan tersebut dan fokus pada data.

Malam nanti, AS akan merilis data inflasi. Ekspektasinya, data tersebut dapat memperkuat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi di sisa tahun ini. Di samping itu, mayoritas para pejabat The Fed juga menyiratkan nada hawkish dalam setiap pidatonya.

 

us-dolar

 

Dolar AS Ungguli Mata Uang Mayor Lain

Dolar AS menguat terhadap Yen, dimana USD/JPY naik ke level tinggi enam bulan dan diperdagangkan di 112.25 saat berita ini ditulis. Tadi malam, kenaikan pasangan mata uang ini mencapai 1.3 persen, menembus level 112 untuk pertama kalinya sejak tanggal 10 Januari.

Senasib dengan Yen, Euro juga melemah di tengah penguatan Dolar. EUR/USD kekurangan momentum sehingga diperdagangkan pada level 1.1675, turun dari level tinggi setengah pekan di angka 1.1790 yang tercapai Senin kemarin.

Dolar Kanada juga melemah terhadap Greenback, di tengah hubungan Kanada dan AS yang juga memburuk akibat kebijakan impor. USD/CAD diperdagangkan flat sore ini pada posisi 1.3120, setelah menguat 0.75 persen kemarin.

Sedangkan Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor, naik dari 94.753, ke 94.769.

 

Indeks Dolar 12 Juli 2018

 

 

Inflasi AS Diproyeksikan Stabil

Rilis inflasi AS di tingkat konsumen akan terjadi malam nanti. Untuk data inflasi inti (Core CPI) dalam basis bulanan yang tidak memperhitungkan harga makanan dan bahan bakar, para ekonom memprediksikan laju pertumbuhan di level 0.2%, tidak berubah dari pencapaian periode sebelumnya. Sementara itu, Core CPI dalam basis tahunan diekspektasikan menguat dari 2.2% ke 2.3%.


"Inflasi konsumen (CPI) Amerika diperkirakan akan menguat seiring dengan tingginya harga minyak. Selain itu, ini juga menjadi penunjang bagi penguatan Dolar," kata Minori Uchida, pakar forex dari MUFG Bank.


Namun karena akhir-akhir ini harga minyak mulai bergerak turun, Uchida merasa suku bunga jangka panjang tidak akan naik sebanyak itu. Artinya, support Dolar mungkin tidak akan berlanjut bahkan apabila Dolar dilanda aksi beli lebih dulu.

 

 

Para Pejabat The Fed Tunjukkan Sentimen Hawkish

Setelah Presiden The Fed untuk wilayah Chicago, Charles Evans, yang menyatakan nyaman dengan kenaikan Fed Rate dua kali lagi, John Williams turut memberikan pernyataan senada. Anggota Presiden The Fed untuk wilayah New York tersebut memandang penurunan angka pengangguran secara positif. Menurutnya, dengan demikian lapangan kerja akan kembali terbuka luas.

Walaupun tak menyinggung langsung soal kenaikan suku bunga, pernyataan mantan Presiden The Fed San Fransisco yang menggantikan posisi William Dudley tersebut memperkuat referensi data untuk kenaikan suku bunga AS selanjutnya.


284396

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.