Advertisement

iklan

Dolar AS Lesu Di Tengah Minimnya Volatilitas Pasar Pasca Paskah

Indeks Dolar AS (DXY) hanya terkoreksi tipis dalam kisaran 97.30-97.40 hingga awal sesi Eropa hari ini, karena masih banyak bursa yang libur dalam rangka Paskah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sejak akhir pekan lalu, Indeks Dolar AS (DXY) hanya terkoreksi tipis dalam kisaran 97.30-97.40 hingga awal sesi Eropa hari ini (22/April). Greenback tetap kokoh versus Yen dan Aussie, serta sideways terhadap Euro dan Pounds; meskipun tertekan menghadapi Dolar Kanada yang ditunjang oleh kenaikan pesat harga minyak dunia. Sejumlah bursa masih tutup dalam rangka perayaan Paskah dan kalender forex pun minim aktivitas, sehingga pergerakan pasar relatif rendah.

DXY Daily

Dolar AS mendapatkan dukungan positif dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan (10-year US Treasury). Di samping itu, data ekonomi AS terbaru dinilai lebih baik dibandingkan dengan negara-negara asal mata uang mayor lainnya, khususnya Zona Euro. Namun, momentumnya mulai pudar.

"Lebih baik mengatakan bahwa Euro telah melemah daripada (mengatakan) Dolar AS itu kuat," kata Yukio Ishizuki, pakar strategi mata uang senior di Daiwa Securities, kepada Reuters. Lanjutnya, "Para trader saat ini telah memperhitungkan sebagian besar kelemahan perekonomian Zona Euro hingga sekarang. (Karena) sulit untuk menyaksikan pelemahan Euro lebih jauh lagi dari sini, jadi saya kira akan sulit bagi Dolar untuk menguat (lagi)."

Berikutnya, pelaku pasar akan memantau rilis data Existing Home Sales yang diperkirakan menurun dari 5.51 juta menjadi 5.31 juta pada bulan Maret lalu. Ada harapan kalau angka aktual bakal melampaui estimasi, setelah data Home Sales di negeri Paman Sam melesat ke level tertinggi 11 bulan pada periode Februari lalu. Pasalnya, moratorium kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve cenderung berdampak positif bagi minat masyarakat untuk memiliki properti.

Terlepas dari itu, volatilitas pasar diperkirakan tetap akan rendah, karena para trader dan perusahaan-perusahaan Jepang akan bersiap menyongsong libur super panjang pada akhir pekan ini. Sebagaimana diketahui, menjelang purna tugasnya Kaisar Akihito dan pelantikan Putra Mahkota Naruhito, Jepang mengumumkan libur nasional selama 10 hari mulai 27 April mendatang.

288208

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

18 Jul 2019