Advertisement

Dolar AS Masih Di Level Rendah, Awasi Event Penting

   By: N Sabila    view: 692   Berita Forex

Seputarforex.com - Memasuki akhir pekan, Dolar AS masih belum beranjak dari level rendah tiga minggu terhadap mata uang-mata uang mayor. Yield obligasi US Treasury yang merosot drastis, dan spekulasi pengurangan stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi penyebab utama kelemahan Dolar. Perkembangan pasar obligasi serta event-event penting pekan depan akan diperhatikan oleh para trader untuk mempertimbangkan pergerakan mata uang.

 

dolar-as

 

 

Indeks Dolar (DXY) menduduki level 93.444 setelah merosot 0.3 persen kemarin malam. Dalam sepekan ini, total penurunan indeks Dolar mencapai 0.75 persen, dengan angka terendah di level 93.213, yang sekaligus menjadi level terendah sejak tanggal 17 Mei.

Dolar AS jatuh dan terus tertekan semenjak Euro menguat karena meredanya konflik politik Italia. Keadaan kian tak mendukung bagi Bull Dolar setelah muncul pernyataan dari para pembuat kebijakan ECB mengenai kuatnya kemungkinan tapering pembelian obligasi minggu depan.

Saat berita ini ditulis pada hari Jumat (08/Jun) menjelang siang, EUR/USD tengah diperdagangkan pada harga 1.1797. Pair tersebut tampak tak mampu melanjutkan reli dari level tinggi 1.1840 yang terbentuk di sesi perdagangan sebelumnya. Sedangkan USD/JPY diperdagangkan pada angka 109.715, dari sebelumnya di angka 109.765. Kemarin malam, pair tersebut menurun 0.45 persen.


Awasi Pasar Obligasi Dan Event Penting

Menurut Junichi Ishikawa dari IG Securities Tokyo, penggerak terbaru pasar forex saat ini adalah perkembangan pasar obligasi. Aksi penghindaran risiko juga terjadi di sejumlah pasar, seperti pasar Eropa sehubungan dengan spekulasi pengurangan stimulus ECB.

Ishikawa menambahkan, pada intinya pekan depan pasar akan dihadapkan dengan banyak event. Dua di antaranya adalah pertemuan penting, yakni Pertemuan G7 dan Pertemuan AS-Korea Utara. Pertemuan Group of Seven (G7) yang akan digelar mulai hari ini hingga besok di Quebec, Kanada, akan membicarakan masalah perdagangan antara AS, Kanada, dan Prancis. Sedangkan pertemuan AS-Korut di Singapura diharapkan dapat membahas masalah program nuklir Korea Utara. Selain itu, ada pula pengumuman kebijakan moneter The Fed yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga.

283989

NZD/USD Melonjak Akibat Melemahnya Dolar AS NZD/USD Melonjak Akibat Melemahnya Dolar AS
By N Sabila, 22 Jun 2018, In Berita Forex, View 103
Melemahnya Dolar AS akibat laporan Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia kemarin malam menjadi penunjang bagi pasangan mata uang NZD/USD.
Housing Starts AS Bulan Mei Catat Rekor Tertinggi 11 Tahun Housing Starts AS Bulan Mei Catat Rekor Tertinggi 11 Tahun
By Pandawa, 19 Jun 2018, In Berita Forex, View 355
Housing Starts AS naik 1.35 juta unit dari periode sebelumnya, yang merupakan rekor tertinggi sejak Juli 2007. Namun demikian, Building Permits kembali turun.
Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 696
Reli Greenback tertahan oleh tingginya resiko perang dagang. Namun, penguatan Dolar AS tak terelakkan karena bias kebijakan moneter AS masih hawkish.
China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 851
Trump lagi-lagi memicu aksi balas-membalas bea impor yang berisiko tinggi mengakibatkan perang dagang dengan China dan berdampak besar di pasar finansial.
Retail Sales AS Catat Rekor Tertinggi Enam Bulan, Dolar Melejit Retail Sales AS Catat Rekor Tertinggi Enam Bulan, Dolar Melejit
By Pandawa, 14 Jun 2018, In Berita Forex, View 360
Penjualan Ritel AS menguat signifikan di bulan Mei, mengkonfirmasi solidnya kondisi ekonomi di kuartal kedua 2018. Dolar melejit didukung apiknya Retail Sales AS ini.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1230
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex