Advertisement

iklan

Dolar AS Melemah Akibat Meredanya Risiko Politik Di Eropa

Meredanya tensi politik Eropa sehubungan dengan rencana pengurangan anggaran Italia dan Deal Brexit, mengurangi minat pasar terhadap Dolar AS sebagai safe haven.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melemah di sesi perdagangan Senin (26/November) sore ini, tergilas oleh penguatan duo mata uang Eropa, Euro dan Poundsterling. Euro menguat akibat mengendurnya tensi polemik anggaran Italia, sementara Pound ditopang oleh perkembangan positif Deal Brexit.

Pada pukul 16:29 WIB, Indeks Dolar AS (DXY) turun 0.19 persen ke 96.76, menjauh dari level tinggi 96.96 yang tercapai kemarin malam.

dxy

 

Konflik Italia Dan Brexit Mereda Sementara

EUR/USD menguat 0.41 persen ke 1.1382. Penguatan Euro terjadi setelah munculnya sinyal kesepakatan antara Italia dengan Uni Eropa, mengenai perkara anggaran pemerintah Italia untuk tahun 2019. PM Italia Matteo Salvini dikabarkan setuju untuk mengurangi jumlah rancangan anggaran pemerintahan hingga 2 persen dari GDP Italia, demi menghindari konsekuensi pendisiplinan dari Uni Eropa.

eur

Sementara itu, GBP/USD naik 0.22 persen ke 1.2841 sore ini, setelah dalam KTT Uni Eropa kemarin, PM May berhasil menghimpun persetujuan draft kesepakatan Brexit dari 27 negara. Namun demikian, kenaikan mata uang Inggris tersebut diperkirakan terbatas karena besarnya potensi penolakan dari parlemen Inggris.

 

Potensi Risiko Di Akhir Pekan

"Meredanya risiko politik di Eropa dapat membantu (menguatkan) semua mata uang Eropa hari ini," kata Valentin Marinov, Head of Forex Research di Credit Agricole, London.

Akan tetapi, Marinov menambahkan bahwa sebagian besar mata uang mayor diperkirakan masih akan mempertahankan polanya saat ini, menjelang event-event berisiko tinggi akhir pekan nanti. Termasuk di antara event yang dimaksud adalah pidato Ketua The Fed Jerome Powell dan KTT G-20.

Yang paling ditunggu dari KTT G-20 di Argentina akhir pekan ini adalah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Para investor berharap, kedua pemimpin negara yang sedang terlibat perang dagang tersebut dapat menemukan solusi dari konflik mereka.

286338

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.