Dolar AS Melemah Di Awal Pekan Paskah

Tak banyak dorongan naik yang menguatkan Dolar AS di awal pekan ini. Para investor masih memerhatikan kritik Trump dan perkembangan ekonomi Zona Euro.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS flat dengan kecenderungan melemah di sesi New York, Senin (15/April) awal pekan ini. Para investor masih mewaspadai kritik terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve AS. Selain itu, pergerakan pasar forex pekan ini diperkirakan tak akan terlalu fluktuatif menjelang libur Paskah.

 

Lagi, Trump Kambing Hitamkan The Fed

Jumat kemarin, Trump kembali menyalahkan kinerja The Fed. Ia menuding kebijakan moneter ketat The Fed sebagai biang keladi perlambatan pertumbuhan di Amerika Serikat dan jatuhnya harga saham-saham. Dalam cuitannya di Twitter, Trump menuliskan bahwa apabila The Fed melakukan tugasnya dengan baik, maka Pasar Saham akan naik 5,000 hingga 10,000 poin. GDP AS pun akan mencapai 4 persen, bukannya 3 persen seperti sekarang.

Selama ini, kritik Trump pada The Fed memang tidak mendapatkan tanggapan berarti dari pihak bank sentral AS. Namun, para investor tetap mewaspadainya. Oleh karena itu, Indeks Dolar AS (DXY) sempat melemah 0.32 persen pasca cuitan tersebut, semakin tertekan setelah sebelumnya laporan Preliminary UoM Consumer Sentiment turun cukup jauh dari 98.4 menjadi 96.9.

Saat berita ini ditulis, DXY tampak bergerak mendatar tetapi masih dikuasai sentimen bearish. Indeks Dolar AS diperdagangkan di kisaran 96, setelah sempat mencapai level tinggi 97.18 di akhir pekan.

 

Dolar AS Ditekan Turun Oleh Euro

Pelemahan Dolar AS juga tampak signifikan terhadap Euro. Para trader EUR/USD akan memperhatikan data Manufaktur Zona Euro yang dirilis pertengahan pekan ini. Data tersebut menjadi perhatian, sebab ECB terpaksa banting setir dari hawkish menjadi dovish gara-gara perlambatan pertumbuhan di kawasan Euro dan Eropa.

Data-data ekonomi Eropa yang meningkat, kemungkinan akan menopang minat risiko dan menaikkan harga ekuitas. Sebaliknya, hal ini akan menjadi negatif bagi Dolar AS dan positif bagi Euro yang dianggap sebagai mata uang berimbal hasil lebih tinggi.

Saat berita ini ditulis, EUR/USD naik tipis 0.04 persen ke 1.1303. Akhir pekan lalu, EUR/USD melonjak 0.38 persen dari level rendah 1.1249, seiring dengan melemahnya Dolar AS.

eu16a

288143

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


30 Apr 2019