Advertisement

iklan

Dolar AS Melemah Meski PMI Manufaktur ISM AS Naik Pesat

Aktivitas sektor manufaktur AS yang kembali naik, tak membantu Dolar AS untuk menguat. Pengaruh perkembangan positif perang dagang AS-China lebih diperhatikan pasar.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Indeks PMI Manufaktur ISM AS naik ke level 59.3 pada bulan November 2018, dari sebelumnya di 57.7. Level ini mematahkan ekspektasi penurunan ke 57.6. Kenaikan tersebut terjadi berkat peningkatan di sektor pesanan baru, Output produksi, dan ketenagakerjaan.

pmi-as

 

Indeks Dolar AS Masih Tertekan

Meski data ekonomi di atas sangat baik, Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan. Hal itu terjadi karena faktor fundamental lain yang lebih berpengaruh pada perilaku pasar. Sejak awal sesi perdagangan hari ini, Indeks Dolar AS dibuka melemah akibat kesepakatan AS-China untuk menunda kenaikan bea impor. Saat berita ini ditulis pada pukul 22:29 WIB, DXY turun 0.27 persen ke 96.93.

dxy

 


Indeks PMI Manufaktur ISM (ISM Manufacturing PMI) AS dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS. ISM Manufacturing PMI berfokus pada kondisi bisnis saat ini, termasuk Output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM), yang khusus dibuat untuk Amerika Serikat.

Pengaruh:

High Impact adalah level tertinggi dalam tingkat pengaruh suatu rilis data terhadap pergerakan harga. Status High Impact menandakan jika suatu rilis data bisa memicu pergerakan signifikan dan perubahan sentimen pasar.

 

Jadwal rilis:
Bulanan.

Sumber:
Institute for Supply Management (ISM)

Data Resmi Selengkapnya Dapat Dilihat Di Sini

286444

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.