Dolar AS Melemah Setelah Existing Home Sales Anjlok

Di tengah rendahnya volatilitas pasca liburan Paskah, Dolar AS melemah karena data properti AS yang mengecewakan, serta kenaikan harga minyak dunia gara-gara sanksi AS kepada Iran.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melemah di sesi perdagangan Senin (22/April) malam, ketika pasar-pasar di sejumlah negara masih tutup dalam rangka Paskah. Satu-satunya indikator ekonomi yang dirilis Amerika Serikat malam ini adalah Existing Home Sales. Data berdampak medium tersebut menunjukkan penurunan yang cukup tajam.

Dilaporkan oleh National Association of Realtors, transaksi yang dilaporkan setelah kontrak penjualan rumah di AS ditutup (Existing Home Sales) jatuh sebanyak 4.9 persen menjadi 5,210 juta pada bulan Maret 2019. Angka tersebut lebih rendah daripada data bulan sebelumnya yang juga direvisi turun menjadi 5,480 juta. Dibandingkan dengan ekspektasi di angka 5,310 juta pun, data bulan Maret tersebut jelas lebih rendah.

united-states-existing-home-sales

 

Laporan itu membuat Dolar AS melemah di tengah rendahnya likuiditas pasar yang sebagian besar masih dalam nuansa liburan. Satu jam pasca rilis data Existing Home Sales, Indeks Dolar AS (DXY) turun 0.09 persen ke 97.30. Penurunan tersebut mencapai 0.25 persen jika dibandingkan dengan kenaikan pesat ke level tinggi 97.49 yang tercapai pada tanggal 18 April.

dxy

 

Tak Kuasa Membendung Dolar Kanada

Secara umum, Dolar AS masih mendapatkan support dalam beberapa pekan terakhir, sehubungan dengan kembali naiknya yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan dan data-data ekonomi lain yang menunjukkan sinyal penguatan, termasuk data Penjualan Ritel AS bulan Maret yang lebih baik daripada ekspektasi.

Namun demikian, penguatan Dolar AS tak terjadi terhadap Dolar Kanada hari ini. USD/CAD justru jeblok karena terdongkrak oleh naiknya harga minyak dunia, yang dipicu oleh persoalan sanksi AS atas Iran. Saat berita ini ditulis, USD/CAD turun 0.28 persen ke 1.3347, menghapus penguatan di akhir pekan lalu.

Amerika Serikat akan kembali mempertegas pemberlakuan sanksi atas Iran, dengan tak memperbarui pengecualian yang diberikan kepada sejumlah importir untuk tetap bisa membeli minyak dari Iran. Artinya, negara-negara lain yang sebelumnya masih dapat bertransaksi dengan Iran, akan ikut terkena sanksi jika ketahuan berani mengimpor minyak dari Iran. (Baca Juga: Dolar Kanada Menguat Karena Kekhawatiran Tentang Sanksi AS Atas Iran).

288218

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.