Dolar AS Melemah Setelah Kabar Rencana Negosiasi China-AS

Melemahnya Dolar AS sejak semalam berlanjut setelah China dan AS dilaporkan bakal kembali mengadakan negosiasi. Selain itu, Turki telah mendapat dukungan dari negara lain.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Memasuki sesi perdagangan Kamis (16/Agustus) sore ini, Dolar AS bergerak melemah. Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap mata uang-mata uang mayor, turun 0.21 persen ke 96.48 pada pukul 10:20 GMT+7.

dxy

 

Pelemahan Dolar AS ini sudah terjadi sejak semalam, tepatnya pasca rilis laporan Penjualan Ritel AS yang lebih baik dari ekspektasi. Penurunan Dolar ternyata kemudian berlanjut setelah China dan AS dikabarkan kembali mengadakan negosiasi. Sementara itu, tensi krisis Turki sedikit mereda setelah hadirnya dukungan negara lain untuk Turki.

USD/JPY diperdagangkan di 110.78, sedikit lebih baik dari level rendah 110.57 yang tercapai di sesi perdagangan sebelumnya. USD/CNY turun 0.51 persen ke 6.9001, dan USD/TRY turun 0.30 persen ke 5.8104. AUD/USD naik 0.4 persen ke 0.7267, diikuti oleh EUR/USD yang juga menguat dan diperdagangkan dari 1.1319. ke 1.1385.

 

China-AS Akan Renegosiasi, Turki Didukung Qatar

Hari ini, penguatan Dolar AS sedikit mereda setelah Menteri Perdagangan AS mengabarkan bahwa pihaknya akan bertemu dengan delegasi dari China, Wang Shouwen yang menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan China. Davis Malpass yang menduduki jabatan di Kementerian Keuangan AS, ditunjuk untuk menjadi wakil AS dalam negosiasi yang akan digelar akhir Agustus nanti.

Di sisi lain, krisis Turki memang belum selesai. Akan tetapi negara lain sudah menyatakan dukungan untuk Turki. Salah satu negara tersebut adalah Qatar, yang berjanji akan menginvestasikan dana sejumlah $15 miliar pada Turki.

 

Setelah Menguat Tajam, Pelemahan Dolar Bisa Jadi Kabar Baik Untuk Trump

Dalam sepekan ini, Dolar AS telah mengumpulkan kenaikan sampai ke level tinggi 13 bulan terhadap mata uang-mata uang mayor. Greenback makin kuat karena mata uang-mata uang negara berkembang ikut jatuh tertular krisis di Turki. Dalam situasi seperti ini, Dolar AS naik karena berfungsi sebagai safe haven; para investor justru lari ke Dolar karena dampak konflik AS-Turki jelas akan lebih menguntungkan untuk negara pimpinan Donald Trump.

Presiden AS tersebut telah berkali-kali menyerukan peringatan untuk melemahkan Dolar demi menolong para eksportir negaranya. Namun realitanya, kebijakan-kebijakan perdagangan yang ia galakkan, seperti menerapkan tarif impor tambahan untuk China dan Turki, justru membuat Dolar AS menguat. Dengan demikian, koreksi Dolar kali ini tampaknya akan disambut baik oleh Trump.

284929

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.