Dolar AS Melonjak Pasca Data Retail Sales AS

Dolar AS melesat setelah Penjualan Ritel AS periode Mei 2019 naik. Namun dalam jangka panjang, Rate Cut The Fed masih berpotensi menebas kenaikan Dolar AS.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pada hari Jumat (14/Juni), Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan bahwa Retail Sales untuk bulan Mei 2019 naik dari 0.3 persen ke 0.5 persen. Walaupun data tersebut lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan ke 0.7 persen, tapi optimisme terhadap penjualan ritel AS ditunjang oleh angka bulan April yang direvisi naik dari -0.2 persen ke 0.3 persen.

united-states-retail-sales

Selain itu, Core Retail Sales yang tidak memasukkan penjualan barang-barang volatile seperti bahan bakar dan makanan, mampu memenuhi ekspektasi kenaikan 0.5 persen.

Setelah Retail Sales, data Sentimen Konsumen AS UoM juga dirilis malam ini. Akan tetapi, hasilnya tidak segemilang Retail Sales. University of Michigan mencatat bahwa Sentimen Konsumen AS turun ke 97.9 pada bulan Juni 2019, dari 100.0 di bulan Mei. Data tersebut sedikit di bawah ekspektasi di 98.0. Penyebab berkurangnya keyakinan konsumen adalah perang tarif dan melambatnya sektor ketenagakerjaan.

 

Dolar AS Naik Pesat Malam Ini

Dampak data Retail Sales AS yang lebih tinggi daripada data Sentimen Konsumen AS, menjadi alasan bagi para trader untuk tetap membeli Dolar AS hingga sesi perdagangan akhir pekan ini. Lagipula, mata uang mayor selain Dolar AS juga cenderung melemah.

Di tengah meningkatnya ekspektasi Rate Cut The Fed, Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.44 persen ke 97.45. Level tersebut mulai mengejar level tinggi yang terakhir terbentuk pada tanggal 3 Juni.

dxy

"Hingga hari ini, (penguatan) Dolar AS terjadi berkat kabar negatif global, di samping data domestik AS (khususnya Retail Sales) yang menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut masih cukup kuat untuk menghadapi terpaan perang dagang," kata tim analis Morgan Stanley.

Sementara itu, rincian kebijakan moneter The Fed baru akan diumumkan minggu depan. Namun, Fed Rate Monitor Tool yang dipertimbangkan oleh media-media finansial, memasang posibilitas 87 persen untuk pemotongan suku bunga pada bulan Juli mendatang. Oleh sebab itu, bullish Dolar AS hari ini diperkirakan terbatas dan dalam jangka panjang masih berpotensi melemah.

 

 

288836

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


30 Apr 2019

15 Jul 2019