Dolar AS Menguat, Investor Tunggu Petunjuk Fed Rate

Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor, menjelang pengumuman suku bunga The Fed dan berbagai isu geopolitik lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS sedikit menguat terhadap Euro dan Yen di sesi perdagangan Selasa (25/Sep) siang ini. Para investor sedang menantikan petunjuk tentang lanjutan kenaikan suku bunga AS, yang diharapkan akan dikemukakan oleh The Fed pasca rapat FOMC Kamis nanti.

"Dolar AS masih menjadi mata uang yang absolut, artinya ia akan menguat hanya jika ada mata uang lain yang melemah karena dilanda risiko atau situasi geopolitik," kata Bart Wakabyashi dari State Street Bank. "Jika kita mendapat kabar negatif tentang Brexit, maka Dolar akan terdorong naik... Jika nanti The Fed menyampaikan sentimen yang hawkish, maka Dolar AS pun akan menguat."

 

Penyebab EUR/USD Turun Kembali Pasca Pidato Draghi

EUR/USD turun setelah sempat mendulang kenaikan ke level tinggi tiga setengah bulan kemarin malam. Kenaikan Euro sebelumnya terjadi sebagai respon terhadap pernyataan hawkish Presiden ECB Mario Draghi. Saat berita ini ditulis, EUR/USD dalam time frame 4 jam masih diperdagangkan di 1.7536, dekat level rendah kemarin malam.

eu

Penurunan Euro setelah kenaikan tersebut ditengarai karena Draghi mengakhiri optimismenya terhadap inflasi dan upah tenaga kerja. Ia mengatakan bahwa ECB akan tetap menjaga Rate seperti saat ini (level rendah), setidaknya sampai pertengahan tahun depan.

"Sentimen korporat di Zona Euro belum terdongkrak seperti sebelumnya, jadi menurut saya saat ini belum menjadi timing bagi ECB untuk menjadi lebih hawkish," kata analis Masafumi Yamamoto sebagaimana dikutip Reuters. "Kenaikan Euro hanya sementara kemarin, karena ada hambatan dari ekspektasi suku bunga Zona Euro."

 

Notulen BoJ Tak Kuat Menaikkan Yen

Sedangkan USD/JPY, naik 0.05 persen ke 112.92, dari sebelumnya di 112.86. Level siang ini merupakan level tertinggi pasangan mata uang tersebut sejak tanggal 19 Juli.

uj

Yen tak banyak berdaya mengungguli Dolar AS, meskipun pagi tadi, Bank of Japan (BoJ) merilis notulen rapat bernada hawkish; ada sejumlah anggota dewan bank sentral yang mulai merisaukan bahaya kebijakan moneter ultra longgar, yang saat ini tengah diimplementasikan oleh bank sentral Jepang.

Para spekulator pun mulai menyebarkan pertaruhan bahwa divergensi suku bunga antara AS dengan negara-negara maju lainnya, termasuk Jepang, akan makin melebar.

285438

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019