Advertisement

iklan

Dolar AS Menguat Pasca Data Kanada Dan Turunnya Harga Minyak

Lemahnya data Manufacturing Sales Kanada dan turunnya harga minyak dunia, menguatkan nilai tukar Dolar AS terhadap Dolar Kanada hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar Kanada melemah terhadap Dolar AS, setelah data manufaktur Kanada dilaporkan turun di sesi perdagangan Selasa (17/September) malam. Selain itu, harga minyak dunia juga telah terkoreksi dari kenaikan pesatnya di hari Senin kemarin, seiring dengan meredanya tensi politik di Timur Tengah. Saat berita ini ditulis, USD/CAD menguat 0.1 persen ke 1.3248 di time frame Daily. Namun, pergerakan USD/CAD masih terbatas dalam range perdagangan selama tiga hari terakhir.

usdcad

 

Manufacturing Sales Kanada Mengecewakan

Penjualan produk pabrikan Kanada (Manufacturing Sales) untuk bulan Juli berada di level -1.3 persen. Meskipun level tersebut naik dari bulan sebelumnya yang -1.4 persen, tapi pencapaian Manufacturing Sales kali ini belum mampu memenuhi ekspektasi kenaikan ke -0.3 persen. Menurut Statistics Canada, lemahnya data manufaktur disebabkan oleh penjualan di sektor logam utama seperti besi, baja, dan produk-produk tempaan besi yang turun hingga mencapai 7.3 persen.

kanada

 

Harga Minyak Sudah Turun

Sempat meroket Senin kemarin, minyak--yang juga merupakan ekspor utama Kanada--kini sudah turun harga. Pasalnya, Menteri Perminyakan Saudi, Pangeran Abdul Aziz Bin Salma, mengatakan bahwa Arab akan memproduksi 11 juta barel minyak per hari hingga akhir bulan ini. Pernyataan tersebut seketika memudarkan kekhawatiran pasar akan berkurangnya pasokan minyak secara signifikan dari Arab Saudi pasca penyerangan di kilang minyak Aramco.

Namun demikian, pasar juga tetap waspada jika sewaktu-waktu ada ancaman balasan terhadap fasilitas-fasilitas minyak mentah Arab Saudi. Saat berita ini diturunkan, harga Crude Oil AS sudah merosot 1.3 persen ke $62.06 per barel.

Terlepas dari data domestik Kanada dan harga minyak, perhatian pasar saat ini juga terfokus pada The Fed yang sedang menggelar rapat kebijakan moneter. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS tersebut akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin. Namun, sebagian lainnya yakin The Fed akan menunggu adanya bukti lebih lanjut dalam perlambatan global sebelum memangkas suku bunganya kembali. The Fed akan mengumumkan hasil rapatnya pada Kamis dini hari besok.

290125

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019