Dolar AS Menguat Setelah Powell Redupkan Prospek Rate Cut

Pernyataan Powell dalam konferensi pers terbaru menunjukkan Fed tidak mengkhawatirkan penurunan tingkat inflasi, karena hanya dipicu oleh faktor yang bersifat sementara.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS melonjak cukup signifikan terhadap major currencies lain menyusul pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyampaikan bahwa sikap bank sentral saat ini sudah tepat. Pernyataan tersebut mampu meredupkan prospek pemotongan suku bunga tahun ini, yang selama beberapa hari terakhir terus membebani pergerakan Dolar AS.

Penguatan Dolar AS tercermin dari pergerakan Indeks DXY yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang mayor lainnya. DXY saat ini berada di kisaran 97.59, setelah melonjak hingga 97.73 sesaat setelah konferensi pers Jerome Powell.

Dolar AS Menguat Setelah Powell Fed

Sebelumnya, Dolar AS sempat terperosok oleh laporan PMI Manufaktur versi ISM yang turun dari 55.3 menjadi 52.8 pada bulan April. Tetapi, suramnya data manufaktur negeri Paman Sam bulan lalu setidaknya diimbangi oleh lonjakan pada laporan ADP Employment Change sebesar 275k.

 

Fed Rate Tidak Berubah, Statement Powell Cenderung Hawkish

Setelah mengadakan pertemuan selama dua hari, FOMC pada hari Kamis (2/Mei) dini hari tadi mengumumkan bakal tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2.5 persen. Hal lain yang menjadi market mover adalah pernyataan Jerome Powell yang dinilai pasar cenderung hawkish dan terdengar cukup optimis.

"Kami pikir kebijakan yang diambil saat ini sudah tepat dan kami tidak melihat ada alasan kuat untuk menggeser kebijakan di kedua arah (baik Rate Hike ataupun Rate Cut)," kata Powell.

Di samping itu, Powell juga mengatakan bahwa pelemahan inflasi AS baru-baru ini disebabkan oleh faktor yang bersifat sementara, sehingga Powell tidak menyiratkan kekhawatirannya terhadap prospek Inflasi tahun ini. Pernyataan Powell tersebut seolah mengabaikan desakan Presiden Trump sebelumnya yang ingin The Fed memangkas suku bunga secepatnya di tengah rendahnya tingkat inflasi.

"Dolar AS berbalik menguat setelah Powell menegaskan bahwa faktor yang menekan tingkat inflasi hanya bersifat sementara. Pernyataan itu langsung dicerna pasar sebagai pernyataan Fed yang cenderung hawkish daripada dovish," kata Joe Manimbo, analis pasar senior dari Western Union Business Solutions di Washington.

Setelah Statement Powell hari Rabu kemarin, proyeksi Fed Rate Cut tahun ini yang terlihat dari data FedWatch CME Group berada di kisaran 55 persen, turun dari level 66 persen yang sempat tersentuh pada hari Selasa (31/April) lalu.

288348

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


19 Ags 2019

15 Jul 2019

1 Ags 2019