Advertisement

iklan

Dolar AS Menguat Tipis Setelah Trump Umumkan Tarif Impor Baru

Presiden Trump akhirnya resmi mengumumkan bea impor tambahan sebesar 10 persen atas barang-barang China. Merespon hal ini, Dolar AS menguat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS sedikit menguat pada hari Selasa (18/9) pagi, setelah sempat melemah sepanjang sesi Eropa dan sesi New York pada perdagangan hari Senin kemarin. Sentimen bullish untuk Dolar timbul setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif baru untuk barang-barang China. Dalam situasi konflik dagang AS-China yang kembali memanas, investor memang lebih memilih Dolar AS sebagai safe haven, karena AS dianggap akan lebih diuntungkan oleh perang dagang daripada China.

 

Dolar AS Menguat Setelah Trump Umumkan

 

Presiden Trump secara resmi mengumumkan kenaikan bea impor sebesar 10 persen atas barang-barang China, sesuai dengan prediksi terbaru yang sebelumnya menurunkan ekspektasi kenaikan dari 25 persen menjadi 10 persen. Selain itu, Trump mengancam akan melakukan 'aksi ketiga', apabila China benar-benar melangsungkan 'serangan balasannya'.

Pasca pengumuman, Indeks Dolar (DXY) tercatat naik tipis 0.1 persen dan berada di level 94.60. Dolar AS diketahui menguat cukup signifikan terhadap mata uang komoditas seperti Dolar Australia dan Dolar NZ. Akan tetapi, Greenback (sebutan Dolar) terus melemah terhadap Franc Swiss, mengingat eskalasi perdagangan global yang terus meningkat telah mendorong investor beralih ke mata uang safe haven.

Sayangnya, penguatan tipis Dolar tak mampu bertahan lama. Ketika berita ini diperbarui pada pukul 10:19 WIB, Indeks Dolar sudah melemah lagi ke level 94.46.

Indeks Dolar - 18 September 2018

 

Cuitan Trump Terkait Kenaikan Tarif Import Baru

Di samping mengumumkan kenaikan tarif sebesar 10 persen atas barang-barang China, Trump juga sempat berkicau di Twitter. Posting yang berasal dari akun terverifikasi milik Presiden AS, @realDonaldTrump, berbunyi sebagai berikut:

Dolar AS Menguat Setelah Trump Umumkan

"(Kenaikan) Tarif telah menempatkan AS dalam posisi tawar yang kuat, dengan (potensi) miliaran Dolar dan pekerjaan akan mengalir ke negara kita. Namun kenaikan yang telah dilakukan sejauh ini hampir tidak terlalu mencolok. Jika negara-negara lain tidak membuat kesepakatan yang adil dengan AS, maka mereka akan "(dikenai) tarif"!

 

Apa Komentar Analis?

Presiden Trump yang telah mengumumkan bahwa AS akan menaikkan tarif impor sebesar 10 persen atas barang-barang China, ikut mempuruk situasi pasar global. Hal itu pun menyita perhatian berbagai kalangan, termasuk analis.

"Pasar telah bereaksi terhadap berita tentang tarif baru AS-China yang mendorong Dolar menguat terhadap mata uang seperti Euro, Sterling, Dolar Australia, dan Dolar Kanada. Kini perhatian pasar selanjutnya adalah tentang bagaimana reaksi China dalam menanggapi pengumuman Trump tersebut," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi senior FX di IG Securities Tokyo.

285344

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.