OctaFx

iklan

Dolar AS Merosot Setelah Pidato Ketua Federal Reserve

Pernyataan Ketua Federal Reserve dinilai mengonfirmasi prospek pemangkasan suku bunga Fed dalam tahun ini sebagai imbas dari konflik perdagangan global.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, baru saja menyampaikan bahwa bank sentral AS terus memantau perkembangan konflik dagang serta dampaknya terhadap outlook ekonomi. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan "mengambil tindakan yang sesuai" untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi AS di tengah berbagai ketidakpastian saat ini.

Pernyataan Powell yang dinilai mengonfirmasi prospek pemangkasan suku bunga Fed itu sontak memperbaiki minat risiko pasar dan ditanggapi dengan aksi beli di bursa saham AS. Indeks Dolar AS (DXY) sempat terperosok hingga kisaran 97.00 setelah pidato disampaikan, meski kemudian penurunannya termoderasi ke kisaran 97.10. Greenback juga melemah terhadap rival-rival utamanya menjelang akhir sesi New York (5/Juni), dengan posisi EUR/USD naik menembus 1.1260, GBP/USD menggapai kisaran 1.2710, dan AUD/USD meroket 0.3 persen ke kisaran 0.7000. USD/JPY pun sideways di sekitar 108.07.

DXY Daily

"Kami tidak tahu mengenai bagaimana atau kapan masalah-masalah ini akan terselesaikan. Kami terus memantau implikasi perkembangan masalah-masalah ini bagi outlook ekonomi Amerika Serikat, dan, selalu, kami akan mengambil tindakan yang sesuai untuk mempertahankan pertumbuhan, dengan ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi dekat target simetris 2 persen," demikian disampaikan oleh Jerome Powell terkait beragam konflik perdagangan yang dipicu AS belakangan ini, dalam pidatonya di sebuah konferensi yang digelar di Chicago.

Powell juga menegaskan bahwa bank sentral akan merespons jika ada indikasi inflasi yang lebih rendah dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, dengan laju inflasi saat ini di bawah target 2 persen, maka "sebuah kejutan di sisi bawah, jika berkelanjutan, akan membawa kita lebih dekat" dengan skenario dimana perekonomian melambat, sehingga Fed kemungkinan perlu mengembalikan suku bunga jangka pendek kembali ke nol guna menggairahkan perekonomian.

Secara umum, pernyataan Powell kali ini senada dengan pendapat koleganya, James Bullard, yang disampaikan pada hari Senin. Konsekuensinya, banyak analis kembali memperhitungkan prospek pemangkasan suku bunga Fed tahun ini. Sejalan dengan itu, rapat FOMC yang akan digelar tanggal 18-19 Juni mendatang serta semua rilis data ekonomi hingga momen tersebut, bakal disoroti pasar untuk menemukan konfirmasi lebih lanjut.

288744

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


18 Jul 2019

15 Jul 2019