Advertisement

iklan

Dolar AS Naik Jelang Rilis FOMC, Trump Tanggapi Pidato Draghi

Bullish Dolar AS jelang pengumuman kebijakan The Fed, didukung oleh pelemahan Euro pasca komentar Mario Draghi. Presiden AS Donald Trump pun turut mengkritik pidato Presiden ECB tersebut.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS menguat di sesi perdagangan Selasa (19/Juni) malam ini, menjelang rilis pengumuman resmi kebijakan moneter The Fed Kamis besok. Indeks Dolar (DXY) naik 0.14 persen ke 97.66, saat berita ini ditulis. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak tanggal 10 Juni.

dxy18j

"Sebagian besar pelaku pasar siaga menghadapi pengumuman kebijakan moneter The Fed besok," kata Karla Schamotta, pakar forex di Cambridge Global Payments. "Kami memperkirakan bahwa kita semua akan melihat pengumuman yang relatif dovish, tentunya setelah mempelajari risiko-risiko yang tumbuh sejak rapat (FOMC) April lalu," tambahnya.

Kendati demikian, tim analis Schamotta memperkirakan bahwa The Fed tidak akan memotong suku bunganya, sekalipun dalam pernyataan kebijakan nanti akan disebutkan bahwa kondisi perekonomian AS sedang lebih buruk dibanding sebelumnya.

 

Trump: Komentar Draghi Berdampak Tidak Adil Bagi AS

Di samping antisipasi pasar terhadap pengumuman The Fed, penguatan Dolar AS hari ini juga terdukung oleh pelemahan Euro, tepatnya setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk menyuntikkan stimulus tambahan jika inflasi Eropa tak kunjung naik.

Hingga saat berita ini ditulis, EUR/USD tampak masih terpuruk di level rendah 1.1193, cenderung flat setelah terjun 0.43 persen dari level 1.1237 sore tadi.

Pernyataan Draghi itu rupanya juga ditanggapi oleh Donald Trump. Presiden AS yang diketahui kerap mendesak The Fed untuk menghentikan kenaikan suku bunga tersebut, menganggap bahwa rencana penambahan stimulus oleh ECB akan berdampak tidak sehat bagi persaingan dengan negaranya.

trump

"Mario Draghi baru saja mengumumkan bahwa tambahan stimulus bisa jadi dilakukan, yang sekonyong-konyong melemahkan Euro terhadap Dolar AS. Hal ini membuat (perdagangan) mereka lebih mudah untuk bersaing dengan AS secara tidak adil. Mereka (Uni Eropa) sudah berhasil lolos (untuk melemahkan mata uangnya terhadap Dolar AS) sejak bertahun-tahun, begitupun dengan China dan lainnya," kicau Trump melalui akun Twitternya.

Trump menambahkan pula bahwa kenaikan Indeks DAX Jerman gara-gara komentar Draghi sangat tidak adil bagi AS.

288872

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


30 Apr 2019

15 Jul 2019