Dolar AS Sideways Karena Kehati-hatian Pelaku Pasar

Indeks Dolar AS bergerak secara lebih hati-hati di tengah beragam isu kritis yang menyelimuti pasar keuangan global.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) beredar dalam kisaran terbatas hari ini (10/September). Minat risiko pasar membaik kemarin, karena tingginya harapan bagi perundingan dagang AS-China, berkurangnya risiko No-Deal Brexit, serta laporan mengenai rencana stimulus Jerman. Namun, kemajuan yang minim cenderung membuat pelaku pasar bersikap lebih hati-hati.

DXY Daily

Harapan bagi perundingan dagang AS-China tumbuh dari pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dalam wawancaranya dengan Fox. Menurut Mnuchin, sudah ada "banyak kemajuan" menuju kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, serta kubu AS "siap untuk berunding".

Pernyataan Mnuchin dianggap oleh sejumlah pihak sebagai sinyal positif. Namun, sebagian pelaku pasar relatif skeptis, karena ia tak memberikan rincian lebih jelas mengenai kemajuan apa saja yang telah dicapai. Ada kemungkinan pernyataan tersebut cuma retorika belaka.

Sementara itu, lembaga pemeringkat terkemuka Fitch Ratings merilis forecast pertumbuhan yang lebih rendah untuk Eropa dan China sebagai imbas dari meningkatnya tren proteksionisme. Untungnya, sentimen pasar ditopang oleh kabar mengenai rencana pemerintah Jerman untuk meluncurkan stimulus fiskal dalam waktu dekat.

Stimulus fiskal tersebut diharapkan dapat menyangga pertumbuhan ekonomi Zona Euro, bersama dengan stimulus moneter yang kemungkinan akan diumumkan oleh bank sentral Eropa (ECB) dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, ketidakpastian mengenai skala stimulus ECB merupakan topik paling panas di kalangan investor dan trader. Reli EUR/USD tertahan di bawah 1.1050 lantaran spekulasi seputar topik ini.

Pasangan mata uang GBP/USD juga diperdagangkan dalam area sempit. Parlemen Inggris berhasil memblokir skenario No-Deal Brexit dan pemilu dini, tetapi menghadapi suspensi hingga tanggal 14 Oktober mendatang. Di sisi lain, PM Boris Johnson bersikukuh mempertahankan arah kebijakannya saat ini untuk merealisasikan brexit pada tanggal 31 Oktober, dengan ataupun tanpa deal.

290024

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.