Dolar AS Stabil Menantikan Rapat FOMC Minggu Depan

Spekulasi dovish tentang rapat FOMC masih ramai diperbincangkan, tetapi pelemahan sejumlah mata uang utama lain telah menyangga nilai tukar Dolar AS.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung sideways sekitar level 97.00 pada awal perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (14/Juni). Greenback relatif kalem menjelang rapat komite kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) pekan depan. Spekulasi mengenai prospek pemangkasan suku bunga Federal masih ramai diperbincangkan, tetapi pelemahan sejumlah mata uang utama lain telah menyangga nilai tukar Dolar AS.

DXY DailyGrafik DXY Daily via Tradingview.com

 

Apakah Fed Akan Sampaikan Komentar Dovish?

Rapat FOMC selama dua hari akan dimulai pada Selasa depan. Pelaku pasar mengekspektasikan Fed akan menyampaikan komentar dovish dalam kesempatan tersebut, karena sektor ketenagakerjaan AS telah memburuk dan laju inflasi makin jauh dari target 2 persen. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga Fed sepanjang tahun 2019, walaupun rate cut kemungkinan tidak akan dilaksanakan pada rapat FOMC yang akan datang.

"Menjelang rapat FOMC, orang-orang memperkirakan (akan ada) komentar dovish dari Fed, sehingga secara umum, ini membebani Dolar ," kata Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi mata uang dari Mizuho Securities, sebagaimana dikutip oleh Reuters. "Namun, mata uang lain seperti Euro dan Sterling sedang lemah, dan kelemahan mereka membantu memperkuat Dolar."

 

Euro dan Sterling Loyo versus Greenback, Yen Berjaya

Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/USD merangkak naik 0.1 persen ke kisaran 1.1285. Namun, posisinya belum jauh dari level terendah tempatnya sempat terpuruk selama dua hari akibat komentar Presiden AS Donald Trump mengenai pipa gas Jerman-Rusia.

Sterling kembali terdepresiasi setelah merebak kabar bahwa Boris Johnson memenangkan putaran pertama dalam pemilihan calon ketua partai Konservatif di Inggris. Akibatnya, GBP/USD tengah mencatat penurunan tiga hari beruntun ke kisaran 1.2665. Ketua partai baru akan menggantikan Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris dan melanjutkan negosiasi brexit dengan Uni Eropa. Padahal, Johnson dikenal sebagai salah satu tokoh pro-brexit yang bersikeras mempertahankan opsi "No-Deal Brexit" dengan segala konsekuensi negatifnya.

Sementara itu, USD/JPY melanjutkan penurunannya ke kisaran 108.20, seiring dengan peningkatan minat terhadap aset-aset safe haven di tengah pekatnya ancaman perang dagang antara AS dengan berbagai negara saat ini. Ronde pertama negosiasi dagang antara AS dan Jepang telah diakhiri pada hari Kamis, tetapi hampir tak diperhatikan sama sekali oleh pelaku pasar karena belum membuahkan hasil tertentu.

288830

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

30 Apr 2019