Advertisement

iklan

Dolar AS Stabil Pasca Laporan NFP, Brexit Jadi Fokus Minggu Ini

Dolar AS terpantau stabil pada perdagangan awal pekan. Setelah data ketenagakerjaan yang beragam di pekan lalu, pasar kini memperhatikan masalah Brexit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada sesi perdagangan Asia hari Senin (8/April), Dolar AS bergerak relatif stabil terhadap mata uang mayor lain. Laporan NFP AS Jumat pekan lalu kembali rebound sehingga sedikit menghapus kekhawatiran akan perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam. Akan tetapi, penguatan Greenback sangat terbatas, lantaran data upah pekerja melambat di bawah ekspektasi.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam major currencies berada di kisaran 97.33, sedikit melemah dibandingkan harga Open harian. Meski tercatat melemah tipis, sejatinya indeks DXY saat ini berada cukup dekat dengan angka 97.73, level tertinggi sejak awal Maret 2019 yang sekaligus menjadi kisaran tertinggi sejak Juni 2017 lalu.

Dolar AS Stabil Pasca Laporan NFP,

 

Perhatian Pasar Tertuju Pada Brexit

Investor melihat bahwa data ketenagakerjaan AS yang cenderung beragam pada akhir minggu lalu, sesuai dengan keputusan The Fed yang menghapus segala kemungkinan Rate Hike tahun ini lantaran perekonomian AS dinilai sedikit melambat. Fokus pelaku pasar minggu ini sedang tertuju pada Brexit dan perundingan AS-China, yang masih menyisakan beberapa poin krusial sebelum tercapai kesepakatan

"The Fed tidak dapat menaikkan suku bunga maupun menurunkannya, sehubungan dengan laporan pekerjaan hari Jumat lalu. Hal ini menyebabkan penguatan Dolar AS sangat terbatas dan berpotensi kembali melemah. Pasar melihat kesepakatan dagang AS-China tidak akan tercapai dalam waktu dekat dan masalah Brexit yang mendekati tenggat waktu 12 April," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities.

Perlu diketahui, tanggal 12 April adalah batas akhir yang ditetapkan Uni Eropa kepada Inggris untuk hengkang dari keanggotaan UE. Menyikapi hal tersebut, PM May telah meminta perpanjangan waktu hingga 30 Juni. Hanya saja anggota UE seperti Belanda dan Prancis menyatakan keraguan atas rencana PM May untuk menunda Brexit lebih lanjut. Hal ini pun memicu pasangan mata uang GBP/USD melemah ke level terendah 1 pekan.

288048

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


15 Jul 2019

19 Ags 2019

1 Ags 2019