Dolar Australia Melemah Karena Prospek Suku Bunga RBA

Dolar Australia turun menyentuh level terendah 2 bulan setelah rilis data GDP kemarin. AUD pun semakin tertekan karena isu pemangkasan suku bunga RBA semakin merebak.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar Australia tumbang pada perdagangan hari Rabu (6/Maret), menyusul laporan data GDP yang melambat di bawah ekspektasi. Hal ini lantas memicu peningkatan spekulasi pemotongan suku bunga RBA dii tahun ini. Saat berita ditulis pada sesi Asia hari Kamis (7/Maret), pair AUD/USD berada di level 0.7044 pada time frame Daily, mencoba pulih setelah beberapa saat yang lalu terperosok hingga menyentuh kisaran 0.7020.

AUD/USD hari ini

Tidak hanya versus Dolar AS, pelemahan AUD juga terjadi terhadap mata uang mayor lain pada perdagangan kemarin. Hal tersebut tercermin dari posisi Dolar Australia pada pembukaan pasar Sydney pagi ini, terutama di pair AUD/JPY (-0.88 persen), AUD/CNH (-0.59 persen), AUD/EUR (-0.80 persen), AUD/GBP (-0.74 persen), dan AUD/CAD (-0.14 persen).

 

GDP Terus Melambat, Prospek Pemangkasan Suku Bunga RBA Kian Nyata

Dolar Australia mengawali perdagangan hari Rabu dengan berada di kisaran 0.7083 terhadap Greenback. Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama, karena rilis GDP Australia kuartal IV 2018 yang mengecewakan langsung menekan AUD/USD hingga mendekati level psikologis 0.7000.

Data pertumbuhan ekonomi yang kurang menggembirakan memicu para pelaku pasar untuk berspekulasi mengenai prospek suku bunga RBA. Akibatnya, probabilitas penurunan suku bunga RBA untuk tahun ini pun semakin meningkat, sebagaimana yang disebutkan dalam forecast J.P Morgan dan Macquarie Bank.Kedua bank tersebut memperkirakan jika Bank Sentral Australia kemungkinan besar akan memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin di sepanjang 2019.

Keyakinan pelaku pasar terhadap prospek penurunan suku bunga RBA juga didorong oleh pernyataan Gubernur Philip Lowe, yang mengkonfirmasi bahwa akan sangat sulit bagi RBA untuk memikirkan rencana kenaikan suku bunga tahun ini. Perlu diketahui bahwa komentar orang nomor satu Bank Sentral Australia tersebut terlontar sebelum rilis GDP yang ternyata kembali mengecewakan.

287646

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.