OctaFx

iklan

Dolar Australia Menguat Kembali Pasca Jatuhnya GDP China

Sempat turun cukup tajam beberapa saat setelah rilis data GDP China yang mengecewakan, Dolar Australia kembali menguat sore ini, karena spekulasi stimulus dan skeptisme pasar.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar Australia naik tipis, dari penurunan tajam yang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China Jumat (19/Okt) pagi tadi. Sebagai negara mitra perdagangan utama bagi Australia, kekuatan ekonomi China sedikit banyak berpengaruh terhadap Dolar Australia.

 

Ekonomi China Melambat Di Tengah Perang Dagang Dengan AS

Kabar melambatnya GDP China ini membangkitkan kekhawatiran pasar. Pasalnya, hal ini terjadi saat China dan AS sedang terlibat perang bea impor. Pertumbuhan China melambat ke level terendah sejak 2009 dan di bawah ekspektasi.

au-chi

Tak hanya GDP, data ekonomi lain yang juga dirilis oleh negara pimpinan Xi Jinping itu juga menunjukkan perlambatan. Produksi Industri untuk bulan September tumbuh 5.8 persen pada bulan September, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pertumbuhan 6 persen.

Namun, data Penjualan Retail China untuk bulan September lebih tinggi daripada ekspektasi, yakni 9.2 persen dibanding 9 persen. Sedangkan investasi Fixed Asset untuk Januari-September tumbuh 5.4 persen, lebih tinggi daripada ekspektasi 5.3 persen.

 

AUD/USD Kembali Menguat

Sempat turun cukup tajam beberapa saat setelah rilis data GDP China, Dolar Australia kembali menguat sore ini. Saat berita ditulis pada pukul 16:08 WIB, AUD/USD menguat ke 0.71135 dalam time frame harian.

au19okt

Pelemahan Dolar Australia tak bertambah tajam, karena munculnya spekulasi bahwa pemerintah China akan menggelontorkan stimulus baru. Di samping itu, walaupun GDP merupakan indikator pertumbuhan primer, sebagian pihak pada dasarnya skeptis akan keabsahan data GDP China. Hal ini karena sejak tahun 2012, banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan dalam metode perhitungan GDP dari negeri dengan perekonomian terbesar kedua dunia tersebut.

Menurut Julia Evans-Pritchard, ekonom Capital Economics, laporan resmi GDP China terbilang terlalu stabil dalam beberapa tahun terakhir. Ada sedikit keraguan terhadap data tersebut. Ia mengatakan, ekonomi China sebetulnya sudah tampak melambat sejak kuartal lalu.

285810

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.