Dolar Menguat Setelah Kenaikan CPI AS Bulan Juli

CPI AS naik 0.2 persen, melebihi kenaikan 0.1 persen pada bulan Juni. Fed Rate Hike pun diekspektasikan akan berlanjut dalam FOMC bulan September.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Consumer Price Index (CPI) AS dilaporkan naik di bulan Juli. Artinya, inflasi negara Paman Sam masih dalam tren yang meninggi. Rilis data ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, yang memang mempertimbangkan inflasi sebagai salah satu elemen penting penentuan kebijakan.

 

CPI AS Naik, Fed Rate Hike Dapat Berlanjut

Departemen Ketenagakerjaan AS Jumat (10/Agustus) malam ini merilis data yang menunjukkan bahwa CPI AS naik 0.2 persen, melebihi kenaikan 0.1 persen pada bulan Juni. Sementara itu, dalam basis tahunan, CPI AS naik 2.9 persen.

Inflasi Inti (Core CPI) AS yang tidak memperhitungkan volatilitas harga makanan dan bahan bakar mesin, naik 0.2 persen seperti kenaikan pada bulan Mei dan Juni. Dalam basis tahunan, Core CPI AS mencatakan kenaikan ke level 2.4 persen, terbesar sejak September 2008.

core-cpi-annual

Dengan demikian, kenaikan suku bunga The Fed dua kali lagi setelah Maret dan Juni kemarin, diprediksi kuat akan berlanjut dalam FOMC bulan September. Bank sentral AS tersebut memang telah memproyeksikan kenaikan bunga sebanyak empat kali di tahun 2018 ini.

 

Dolar AS Menguat terbatas

Beberapa saat setelah rilis data CPI, Dolar AS menguat terhadap Yen dan Euro. USD/JPY naik menembus level 111.100, tapi tarik-menarik antara buyer dan seller di grafik  Hourly USD/JPY tampak sengit. Hal ini membuat kenaikan yang telah tercipta ditarik turun sehingga USD/JPY diperdagangkan pada posisi 110.906 saat berita ini ditulis.

uj

Perseteruan buyer dan seller yang begitu sengit dalam sesi trading malam ini diperkirakan terjadi karena Yen sebagai safe haven juga mendapatkan banyak permintaan, sehubungan dengan sedang memanasnya konflik Amerika Serikat dengan Turki. Dari Breaking News yang muncul, Donald Trump dikabarkan menggandakan bea impor bagi barang-barang impor Turki.

Di sisi lain, pergerakan di EUR/USD tak sesengit di USD/JPY. Euro melemah terhadap Dolar AS dengan diperdagangkan dari 1.1460 ke angka 1.1426 saat berita ini diturunkan.

284850

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019