OctaFx

iklan

Dolar New Zealand Menguat, Serangan Teroris Belum Berdampak

NZD/USD terkoreksi tipis ke level 0.6853 karena perbaikan sentimen pasar sebelum beredarnya kabar serangan teroris terhadap dua masjid di Christchurch.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand sempat meroket sekitar 0.70 persen ke level tertinggi pada 0.6858 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari Jumat ini (15/Maret), setelah data Purchasing Managers' Index dirilis melampaui ekspektasi. Saat berita ditulis, pergerakan pasangan mata uang NZD/USD terkoreksi tipis ke level 0.6853, tetapi agaknya sentimen pasar belum terusik oleh kabar serangan teroris sayap kanan terhadap jamaah dua masjid di Christchurch.

Dolar New Zealand Menguat

Berdasarkan hasil survei Purchasing Managers' Index (PMI), Business NZ melaporkan bahwa performa sektor manufaktur New Zealand mengalami kenaikan dari 53.7 menjdi 53.1 pada bulan Februari 2019. Angka indeks di atas ambang 50 mengindikasikan iklim bisnis yang masih ekspansif di kawasan tersebut, sehingga meningkatkan optimisme pasar menjelang rilis data GDP Kuartal IV/2018 pada pekan depan. Selain itu, data PMI meredam kekhawatiran mengenai dampak perlambatan ekonomi China terhadap New Zealand.

Pelemahan Dolar AS dalam perdagangan hari ini juga mendongkrak penguatan Dolar Kiwi. Saat berita ditulis, indeks Dolar AS (DXY) telah menurun 0.10 persen ke level 96.62. Sejumlah faktor meningkatkan tekanan jual atas Greenback. Diantaranya terdapat penolakan Korea Utara untuk memenuhi tuntutan denuklirisasi yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump, serta keputusan parlemen AS untuk menolak instruksi pendanaan darurat bagi pendirian tembok perbatasan AS-Meksiko yang membangkitkan kembali ketegangan politik di Washington.

Sementara itu, sebuah berita tragis merebak dari Christchurch, salah satu kota terbesar di New Zealand sekaligus pusat bisnis dan ekonomi di South Island. Sejumlah teroris bersenjata menyerang dua masjid sehingga mengakibatkan sedikitnya 49 korban tewas, dan menayangkan aksi mereka melalui media sosial. Serangan itu merupakan insiden penembakan massal terburuk yang pernah terjadi di negeri ini sejak tahun 1943, tetapi agaknya tak terlampau berpengaruh terhadap perdagangan mata uang hingga saat berita ini dipublikasikan.

287767

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


22 Feb 2019

28 Feb 2019