Draghi ECB Tak Singgung Tapering, Euro Tak Goyah

Mario Draghi menyampaikan pidato bernada dovish di hadapan Parlemen Eropa. Euro yang sebelumnya menguat akibat pengaruh naiknya sentimen risiko, tak terguncang oleh hal ini.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, menyampaikan pidato bernada dovish malam ini (09/Juli), karena tak menyebutkan tapering dalam pernyataannya. Euro sedikit tergelincir menyusul peristiwa ini, tapi secara keseluruhan masih bullish terhadap Dolar AS dan Poundsterling. Kokohnya kenaikan Euro ditunjang oleh peningkatan sentimen risiko, serta apiknya data-data ekonomi Jerman dan Zona Euro.

 

mario-draghi

 

 

Pidato Mario Draghi Tak Singgung Tapering QE

Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan (pelonggaran moneter) ECB memainkan peran penting dalam mengembalikan inflasi ke jalurnya. Walaupun belum mencapai target, inflasi tetapi sudah mendekati angka 2 persen dalam jangka menengah. Meski demikian, Draghi mengatakan bahwa kesabaran, ketekunan, dan kebijaksanaan masih dibutuhkan dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Draghi juga memperingatkan kepada para pemimpin di negara-negara Uni Eropa agar memberikan contoh yang baik dalam mendukung multilateralisme serta perdagangan global, yang diibaratkannya sebagai fondasi dasar dalam menumbuhkan kesejahteraan ekonomi selama tujuh dekade terakhir.

"Untuk sukses di luar, Uni Eropa membutuhkan lembaga-lembaga yang kuat dan mengelola ekonomi yang sehat di dalam negeri," kata Draghi. Pada intinya, pidato Draghi malam ini diinterpretasikan bernada dovish karena tak memberikan petunjuk tentang kelanjutan tapering ECB. Draghi hanya menyinggung masalah pembaruan skema asuransi deposito bank-bank Zona Euro secara teknis, dan mengkritisi dampak buruk perang dagang.

 

Euro Masih Pertahankan Penguatan Terhadap Dolar Dan Pound

Dalam time frame 1 jam, EUR/USD tampak tergelincir setelah pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi di hadapan Parlemen Eropa malam ini. Pasangan mata uang tersebut diperdagangkan pada posisi 1.1759 saat berita ini ditulis, tergelincir sedikit dari sebelumnya di 1.1783. Meski demikian, EUR/USD masih terlihat bertahan di level tinggi setelah mengalami penguatan signifikan ke level teratas sejak tanggal 14 Juni, akibat meningkatnya minat risiko.

 

EURUSD 9 Juli

 

Data ketenagakerjaan AS yang cenderung mengecewakan merupakan salah satu pemicu naiknya peminat investor untuk meninggalkan Dolar dan memburu Euro. Selain itu, ketegangan perang dagang dinilai belum akan memberikan dampak buruk bagi momentum ekonomi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, para investor mengabaikan buruknya hubungan dagang antara China dan Amerika, dan lebih memilih untuk fokus memperhatikan data-data ekonomi terlebih dahulu.

Sementara itu, EUR/GBP diperdagangkan pada 0.8832, naik dari angka 0.8822. Poundsterling sedang dihadapkan pada ketidakpastian Brexit pasca pengunduran diri Menteri Brexit David Davis, dan sejumlah menteri urusan Brexit lainnya. PM Theresa May dikabarkan akan mengubah metode pendekatan dengan Uni Eropa dari hard-Brexit menjadi soft-Brexit. Inilah yang membuat sejumlah petinggi protes dan memilih untuk mundur dari pemerintahan.

 

Data Perdagangan Jerman Masih Kokoh

Data yang menunjukkan adanya kenaikan ekspor Jerman siang tadi disambut baik oleh pasar sehingga memperkuat Euro. Surplus neraca Perdagangan Jerman sedikit menyempit dari 20.1 miliar euro menjadi 19.7 miliar euro. Akan tetapi, angka surplus perdagangan Jerman dengan penyesuaian musiman menguat di luar ekspektasi, dengan kenaikan yang mencapai 19.0 miliar Euro ke 20.3 miliar Euro.

Menyempurnakan apiknya data ekonomi Zona Euro hari ini, Kepercayaan Bisnis Sentix Zona Euro tercatat meningkat ke level 12.1, padahal ekspektasinya akan turun ke angka 9.3.

Manuel Oliveri, Ahli Strategi di Credit Agricole London mengatakan:


"Meluasnya minat risiko di pasar merupakan akibat dari menguatnya mata uang China. Tak hanya Euro, Dolar Australia juga menguat di tengah melemahnya Dolar AS."


284347

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.