Dua Hal Ini Sebabkan IHSG Menguat Di Awal Juli

Faktor internal dan eksternal menjadi katalis bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Sinyal Perdamaian dagang antara AS dan China punya andil dalam pergerakan ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau di level 6,381 pada 1 Juli. Saat berita ini ditulis pukul 11.00 WIB, indeks menurun 1 poin ke 6,376, namun masih menguat sebanyak 0.30% dibanding hari Jumat kemarin (28/6).

Penguatan ini berkat 2 katalis yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, penetapan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2014 oleh KPU membuat sentimen pasar bergerak positif. Penguatan IHSG ini ditopang juga oleh penguatan Rupiah yang saat ini diperdagangkan di bawah kisaran 14,100 lawan Greenback.

Dari luar negeri, sinyal 'perdamaian' antara Donald Trump dan Xi Jinping perihal perang dagang berhasil mendorong aksi beli pada bursa saham Asia. Tak hanya IHSG yang kecipratan berkah, indeks Nikkei juga mengalami penguatan sebesar 1.92%, indeks Shanghai 1.88% dan Straits Times 1.25%.

berita-saham-1juli

 

Emiten Manufaktur Kalem Hadapi Perdamaian Dagang

Terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, disinyalir membawa "berkah" bagi industri manufaktur Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran mengenai penambahan bea masuk bagi produk China yang diimpor ke AS. Setelah kedua negara adidaya itu 'rujuk', akankah mempengaruhi hasil penjualan emiten manufaktur dalam negeri?

Dilansir dari Kontan, sekretaris PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyatakan bahwa perundingan dagang yang berlangsung selama ini tak berdampak banyak pada aktivitas perusahaan mereka, karena China saat ini lebih berfokus pada sektor teknologi, bukan manufaktur. Hal ini diamini juga oleh emiten INKP serta TKIM, yang telah memiliki pelanggan baik dari negara Paman Sam maupun China.

289026

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.