ECB Terapkan Suku Bunga Negatif, Euro Tetap Melenggang

Pada Kamis (05/06) malam tadi, ECB akhirnya telah mengambil keputusan kebijakan moneternya. Bank sentral Eropa tersebut sempat memperkenalkan serangkaian pengukuran yang bertujuan untuk menstimulasi perekonomian Zona Eropa, termasuk suku bunga negatif dan pinjaman jangka panjang murah bagi bank-bank.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pada Kamis (05/06) malam tadi, ECB akhirnya telah mengambil keputusan kebijakan moneternya. Bank sentral Eropa tersebut sempat memperkenalkan serangkaian pengukuran yang bertujuan untuk menstimulasi perekonomian Zona Eropa, termasuk suku bunga negatif dan pinjaman jangka panjang murah bagi bank-bank.

euro
Pada akhirnya, ECB menjatuhkan pilihan pada opsi pertama. ECB memotong suku bunga deposito ke kisaran minus 0.1%. Hal ini dimaksudkan agar bank-bank di Zona Euro terpacu untuk meminjamkan uangnya pada perusahaan-perusahaan, daripada menahannya sendiri. Selain memotong suku bunga deposito, ECB juga memotong suku bunga acuan dari 0.25% menjadi 0.15%. Bank Sentral Eropa ini merupakan bank sentral pertama di dunia yang memperkenalkan suku bunga negatif.

Menurut Howard Archer, Kepala ekonom di Global Insight, kendati pun kebijakan ECB ini telah diantisipasi dan sesuai dengan ekspektasi, suku bunga negatif masih merupakan kebijakan asing yang belum ada presedennya. Sehingga, ECB harus bekerja keras untuk menanggulangi ketidakpastian yang ditimbulkan oleh penerapan suku bunga negatif.

Respon Euro

Sebagai efek dari kebijakan yang diambil oleh ECB tersebut, niai tukar Euro pada Jumat (06/06) dini hari terpantau merangkak naik mengabaikan kebijakan ECB. Bahkan, mata uang 18 negara tersbeut menekan mata-uang mata uang lainnya setelah dibuka di angka 109.98 di pembukaan sesi perdagangan Asia. Euro justru rebound dari level rendah 4 bulan terhadap Dolar AS seiring dengan kebijakan-kebijakan ECB telah diantisipasi oleh pasar. Stephen Gallo, analis dari Bank of Montreal, mengatakan,"Paket kebijakan ECB ini telah banyak diantisipasi oleh pasar. Euro pun diperkirakan masih akan beredar di level-level tinggi. Jika memang ECB ingin melemahkan Euro, seharusnya ECB menerapkan program QE seperti yang dilakukan The Fed."

181074

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.


15 Jul 2019