Ekonom: Suku Bunga BoE Seharusnya Nol Persen

"Mereka (BoE) tak punya banyak pilihan bagus saat ini, jadi saya kira, apa yang seharusnya mereka lakukan adalah memotong suku bunga menjadi 0 persen ..." kata Adam Posen, ekonom Institute of International Economics di Washington yang juga mantan anggota MPC Bank Sentral Inggris.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bank Sentral Inggris (BoE) akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneternya sore Kamis (14/Juli) pekan ini. Jauh hari sebelum referendum Inggris untuk keluar dari Uni Eropa diputuskan, BoE merupakan salah satu bank sentral yang dipandang memiliki peluang untuk menaikkan tingkat suku bunganya setelah Federal Reserve.

bank_sentral_inggris
Satu tahun yang lalu, BoE masih bisa memandang optimisme normalisasi kebijakan. Gubernur BoE, Mark Carney, bahkan sempat menunjukkan keyakinannya dalam beberapa kesempatan dan apa yang diungkapkannya itu menjadi petunjuk yang menggerakkan pasar.

Kini, pasca hasil referendum Inggris yang memenangkan suara untuk meninggalkan Uni Eropa, keadaan sudah berbalik seratus delapan pulih derajat. Semua mata menunggu pengumuman dari MPC perihal langkah apa yang diambil oleh bank sentral di tengah ketidakpastian ini.

Para ekonom, alih-alih menaikkan rate, justru memperkirakan bahwa BoE akan memotongnya. Tak hanya memperkirakan, sejumlah ekonom bahkan berargumen bahwa BoE saat ini lebih membutuhkan kebijakan longgar dibanding pengetatan.


BoE Rate Seharusnya 0% Bukan 0.25%

Salah satu ekonom yang pendapatnya diperhitungkan adalah Adam Posen dari Institute of International Economics di Washington. Melansir dari BBC Business, Posen yang juga mantan anggota MPC BoE ini mengatakan bahwa rate BoE seharusnya dipotong menjadi nol, daripada 0.25 persen seperti ekspektasi pasar.

"Mereka (BoE) tak punya banyak pilihan bagus saat ini, jadi saya kira, apa yang seharusnya mereka lakukan adalah memotong suku bunga menjadi 0 persen ..." kata Posen kepada penulis BBC. Posen mengatakan hal tersebut sebagai peringatan dan dirinya yakin MPC pun menyadari kebutuhan suku bunga nol saat ini. Risiko pergerakan Poundsterling saat ini, lanjut Posen, memiliki risiko yang riil terhadap kenaikan inflasi.

Posen juga menyinggung masalah suku bunga negatif yang sedang marak dilakukan oleh sejumlah bank sentral mayor, namun Inggris harus menyadari betul damapk-dampak negatif yang ditimbulkan jika menegatifkan rate. Posen juga menaruh harapan akan perbaikan dari sisi kebijakan fiskal sehubungan dengan terpilihnya Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris.

268421

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019

18 Jul 2019