Empat Pekan Melemah, Emas Catat Kenaikan Mingguan Pertama

Penguatan Emas didorong oleh data Inflasi AS yang meskipun naik, namun masih menunjukkan tren Inflasi yang lemah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga Emas berada di jalur penguatan mingguan pertama kali pada perdagangan hari Jumat (13/10), setelah melemah selama empat pekan beruntun. Penguatan Emas didorong oleh data Inflasi AS bulan September yang meskipun naik, tetapi masih menunjukan trend Inflasi yang lemah, sehingga melumpuhkan Dolar dan Yield Obligasi AS.

Empat Pekan Melemah, Emas Catat

Inflasi Negeri Paman Sam hingga bulan September tetap lemah meski terjadi lonjakan harga bahan bakar yang disebabkan oleh adanya gangguan produksi kilang minyak di kawasan Texas. Data Inflasi tersebut seolah memperpanjang perbedaan sikap antar petinggi Fed pada FOMC Meeting Minutes September hari Rabu lalu, terkait rencana kenaikan suku bunga (Rate Hike) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang. Sebagian petinggi Fed ingin menunggu laju inflasi naik sebelum mendongkrak suku bunga.

Berdasarkan data yang bersumber dari CME Group's FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga Fed bulan Desember sebesar 82 persen. Padahal sebelum rilis data Inflasi, masih berada pada angka 87 persen.

Pada pukul 21:47 WIB, harga Emas berada di kisaran $1,299.35 per ounce, atau mencatatkan kenaikan sebesar 0.46 persen sejak pembukaan sesi perdagangan hari Jumat. Sementara itu harga Emas Berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember berada di level $1,301 per ounce.

"Penutupan harga di atas $1,300 per ounce diperlukan guna menjaga momentum Emas untuk membuat dorongan menuju level lebih tinggi." ucap Tim Brown, Trader MKS PAMP dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pada hari Kamis lalu, Presiden ECB, Mario Draghi berjanji akan mempertahanan suku bunga di level paling rendah. Di tempat lain, Bank of Japan senada untuk memperpanjang kebijakan moneter ultra longgar. Selain itu, rally harga Emas jangka pendek masih disokong oleh carut marut kondisi politik domestik AS dan geopolitik kawasan Asia Timur dan Timur Tengah yang memanas.

"Kami memiliki Donald Trump di Gedung Putih yang selalu bertengkar dengan 'semua orang'; memberikan support mendasar pada Emas", ucap Ole Hansen, Analis Saxo Bank.

Pasar saat ini tengah menanti pidato Presiden Trump pada pukul 16:45 GMT terkait proyek nuklir Iran. Penyataan kontroversial berpotensi meningkatkan tensi geopolitik dan berpotensi melambungkan Emas.

280581

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

21 November 2019 22:40

1,468.21 ( 0.19%)

Support : 1,465.42
Pivot : 1,471.88
Resistance : 1,477.49

50% Sell 50% Buy 50% Buy

8% Buy
Selengkapnya